Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatan

Pemkab Parigi Moutong Matangkan Strategi Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Anak

×

Pemkab Parigi Moutong Matangkan Strategi Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Anak

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat langkah strategis untuk menekan angka kematian ibu dan anak melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah yang terukur, terintegrasi, dan selaras dengan kebijakan nasional. (Dok. Diskominfo Parigi Moutong)
Example 728x90

PALU, Timursulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat langkah strategis untuk menekan angka kematian ibu dan anak melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah yang terukur, terintegrasi, dan selaras dengan kebijakan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Pendampingan Operasionalisasi Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak (KKNPKIA) di Grand Sya Hotel, Jalan Cik Ditiro Nomor 11, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, pada 22–23 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) ini bertujuan memperkuat pelaksanaan KKNPKIA periode 2026–2030. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut dari Refreshment Training yang telah dilaksanakan pada 17–18 September 2026.

Melalui kegiatan ini, setiap daerah didorong untuk menyusun rencana aksi yang konkret, memiliki indikator terukur, serta terintegrasi dengan program dan kebijakan pembangunan di masing-masing wilayah. Dengan demikian, upaya menekan angka kematian ibu dan anak dapat dilaksanakan secara sistematis, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Berita lainnya :  DPRD Parimo Soroti Dugaan Asusila, Majelis Diminta Putuskan Objektif

Delegasi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda). Rombongan turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta perwakilan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Untuk mendukung efektivitas penyusunan rencana aksi, Pemkab Parigi Moutong juga melibatkan staf teknis yang bertanggung jawab langsung terhadap perencanaan dan pengelolaan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Keterlibatan tersebut mencakup aspek kesehatan reproduksi dan program Keluarga Berencana (KB), sehingga rencana yang disusun diharapkan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di daerah.

Pendampingan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas kementerian, pemerintah daerah, pakar, serta mitra pembangunan. Dari Kementerian Kesehatan, hadir Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Tim Kerja Kesehatan Reproduksi, Tim Kerja Surveilans Gizi dan Kesehatan Keluarga, serta Direktur Pelayanan Klinis.

Berita lainnya :  PETI Karya Mandiri Disorot, Dugaan Pungli dan Bekingan Kuat

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri diwakili Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III dan Direktur Perencanaan Anggaran Daerah. Dari Kementerian PPN/Bappenas, hadir staf Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Mikha Noviana, S.K.M., M.P.H., bersama NPM NPCU dan Sekretariat NPCU.

Sejumlah pakar dan mitra pembangunan juga berpartisipasi, di antaranya Nurlely Bethesda Sinaga, MPH; Khoirunurrofik, S.Si., IMRI, M.P.M., M.A., Ph.D.; serta dr. Ratnasari Dwi Cahyanti, M.Si. Med., Sp.OG(K), Subsp. Obginsos dari Yayasan IPAS. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan UNFPA dan dr. Elizabet Catherine Jusuf, Sp.OG., M.Kes., selaku Program Manager SEHAT Sulawesi Tengah.

Dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, peserta yang hadir meliputi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP2KB, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah.

Berita lainnya :  Sidang Isbat Nikah Terpadu Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik Parigi Moutong

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keselarasan kebijakan, perencanaan program, dan dukungan penganggaran. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya penurunan angka kematian ibu dan anak tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga didukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran serta penguatan program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

Melalui pendampingan ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong diharapkan dapat mematangkan Rencana Aksi Daerah yang sejalan dengan arah kebijakan nasional periode 2026–2030. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi fondasi penting untuk memastikan program penurunan kematian ibu dan anak berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di Parigi Moutong.

Total Views: 53

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *