Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kembali menghidupkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai langkah strategis memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat. Program ini diarahkan untuk mencegah berbagai persoalan sosial, mulai dari peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga potensi tindak kriminal yang dapat mengganggu ketenteraman warga.
Pengaktifan kembali Siskamling tersebut digagas oleh Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong dengan melibatkan 2.027 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.
Ribuan personel Satlinmas itu diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus membangun kembali budaya gotong royong masyarakat melalui kegiatan ronda malam.
Kepala Bidang Linmas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Parigi Moutong, Ariesto, mengatakan pengaktifan kembali Siskamling merupakan langkah pencegahan agar berbagai persoalan sosial tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
“Kami siap pasang badan. Siskamling ini untuk mengaktifkan kembali ronda malam guna mencegah maraknya peredaran miras, narkoba, serta aktivitas anak usia sekolah yang masih berkeliaran pada malam hari. Kami ingin budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan kembali hidup,” ujar Ariesto, Sabtu (25/07/2026).
Menurutnya, keberhasilan Siskamling tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat. Karena itu, pihaknya akan mendorong dukungan Pemerintah Kabupaten dan DPRD Parigi Moutong agar program tersebut memiliki keberlanjutan melalui kebijakan dan dukungan anggaran.
Selain dukungan pemerintah daerah, penguatan Siskamling juga akan dibangun melalui sinergi bersama TNI dan Polri sebagai mitra strategis dalam pembinaan keamanan lingkungan. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengawasan serta mempercepat penanganan apabila muncul potensi gangguan keamanan.
Tak hanya melibatkan aparat, program ini juga menggandeng sejumlah organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan yang memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Organisasi yang dilibatkan di antaranya Forum Bela Negara, Gerakan Pramuka, Karang Taruna, LAMAHU (Ormas Pemuda Gorontalo Rantau), Front Pemuda Kaili, RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia), ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Komponen Cadangan (Komcad), serta unsur organisasi masyarakat lainnya.
Ariesto menjelaskan, keterlibatan berbagai organisasi tersebut tidak hanya membantu pelaksanaan ronda malam, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran bersama bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan masing-masing agar tercipta rasa aman dan nyaman,” katanya.
Selain sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban, Siskamling juga dipersiapkan menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan bencana di tingkat desa dan kelurahan. Personel Satlinmas bersama organisasi mitra nantinya diharapkan mampu menjadi sumber informasi awal ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Di wilayah perkotaan, Bidang Linmas Satpol PP dan Damkar Parigi Moutong juga terus melakukan patroli rutin untuk menjaga aset milik pemerintah daerah. Sejumlah fasilitas publik seperti Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan Gedung Layanan Perpustakaan yang belum sepenuhnya difungsikan turut menjadi perhatian pengamanan.
Patroli tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong agar seluruh fasilitas pemerintah tetap terjaga dan terhindar dari potensi gangguan keamanan.
Ariesto berharap revitalisasi Siskamling mampu mengembalikan semangat ronda malam yang mulai berkurang di tengah masyarakat. Dengan dukungan 2.027 personel Satlinmas, sinergi TNI-Polri, serta keterlibatan berbagai organisasi sosial dan kepemudaan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong optimistis dapat membangun sistem keamanan lingkungan yang lebih kuat, partisipatif, dan berkelanjutan.















