Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPendidikan

Bunda Literasi Parimo Ajak Keluarga Tanamkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini

×

Bunda Literasi Parimo Ajak Keluarga Tanamkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Membangun budaya membaca tidak selalu harus dimulai dari sekolah atau perpustakaan. Kebiasaan sederhana di rumah, seperti membacakan buku cerita sebelum anak tidur, justru dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini. (Dok. Timursulawesi.id/Ma'in)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Membangun budaya membaca tidak selalu harus dimulai dari sekolah atau perpustakaan. Kebiasaan sederhana di rumah, seperti membacakan buku cerita sebelum anak tidur, justru dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan Bunda Literasi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Hestiwati Nanga, saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Literasi Parimo, Rabu (28/10/2026).

Menurut Hestiwati, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan membaca anak. Melalui pendampingan dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, aktivitas membaca dapat tumbuh menjadi kegiatan menyenangkan, bukan sekadar kewajiban yang harus dipenuhi.

“Contoh sederhananya adalah membiasakan anak membaca sejak usia dini. Misalnya, anak berusia lima tahun yang setiap hendak tidur selalu meminta dibacakan buku cerita. Kebiasaan kecil seperti ini sebenarnya merupakan bentuk perhatian sekaligus upaya kita untuk mengajarkan anak agar terbiasa membaca,” ungkapnya.

Berita lainnya :  Ketua DPRD Parigi Moutong, Menyayangkan Kegagalan Rapat Paripurna

Ia menilai, kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak kecil akan membantu membangun kedekatan anak dengan buku. Karena itu, lingkungan keluarga perlu menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal, menikmati, dan membangun kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari.

Hestiwati juga menyoroti capaian literasi masyarakat Parimo yang masih perlu mendapat perhatian bersama. Berdasarkan data yang disampaikannya, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) masih berada di bawah 50 persen, sementara Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tercatat sebesar 50,28 persen.

Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan komitmen bersama dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, agar upaya peningkatan literasi dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Berita lainnya :  Wabup Parigi Moutong Ajak Lansia Tetap Sehat Produktif dan Bersatu Bersama

“Mudah-mudahan apa yang menjadi perhatian kita dapat disampaikan kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah agar kita memiliki satu pemahaman dan komitmen yang sama dalam meningkatkan literasi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dinilai perlu diperkuat adalah mengaktifkan kembali program perpustakaan keliling atau mobile library. Program ini dinilai penting untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perpustakaan.

Namun, Hestiwati mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Keberlanjutan menjadi faktor penting supaya layanan perpustakaan keliling benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Jangan sampai program tersebut hanya berjalan sementara, kemudian tidak aktif lagi,” tegasnya.

Selain menghidupkan kembali perpustakaan keliling, ia berharap konsep transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat diterapkan di Parimo. Melalui pendekatan ini, perpustakaan diharapkan berkembang menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menghadirkan kegiatan edukasi, pembelajaran, dan pengembangan keterampilan.

Berita lainnya :  Pemkab Parimo Perkuat Kompetensi Tenaga Konstruksi Lewat Sertifikasi

Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk memperluas wawasan, memperoleh pengetahuan baru, sekaligus mengasah kemampuan yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup mereka.

Hestiwati berharap, melalui kolaborasi pemerintah daerah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat, gerakan literasi di Parimo dapat semakin berkembang. Pembiasaan membaca sejak dini, didukung akses bacaan yang merata dan layanan perpustakaan yang berkelanjutan, diharapkan menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan dan berdaya.

Total Views: 1531

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *