PALU, Timursulawesi.id— Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat (PP-HPA) mulai mematangkan regenerasi organisasi melalui Training of Trainer (ToT) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) yang berlangsung di Aula Asrama Haji, Kota Palu, Sulawesi Tengah, 18–20 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Peserta berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Morowali Utara, Poso, Tojo Una-Una, serta Morowali.
Ketua Umum PP-HPA Ashar Yahya, SE, mengatakan ToT dan PKN diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kader di tingkat kabupaten/kota.
Menurutnya, penguatan kapasitas tersebut penting sebagai bekal bagi para peserta untuk menjadi instruktur dalam pelaksanaan pengkaderan HPA di daerah masing-masing.
“Jadi ini kami laksanakan ToT dan PKN sebagai bentuk peningkatan kapasitas bagi sahabat-sahabat di tingkat kabupaten/kota masing-masing,” kata Ashar.
Selain peningkatan kapasitas, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses menyiapkan kader yang akan berperan dalam pembentukan kepengurusan baru HPA di sejumlah kabupaten/kota yang masa kepengurusannya telah berakhir.
Ansar menyebutkan, peserta yang mengikuti ToT dan PKN berjumlah kurang lebih 60 orang yang berasal dari tujuh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
“Kader-kader yang hadir saat ini merupakan cikal bakal yang akan membentuk kepengurusan baru di masing-masing kabupaten/kota yang sudah berakhir masa kepengurusannya,” ujarnya.
Ia juga mendorong para peserta PKN untuk mengambil bagian dalam agenda Musyawarah Nasional (Munas) HPA yang direncanakan berlangsung pada 2027 mendatang.
Munas tersebut, kata dia, direncanakan digelar bersamaan dengan rangkaian kegiatan satu abad Alkhairaat yang akan menghadirkan pengurus HPA dari 28 provinsi.
“Munas rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan satu abad Alkhairaat yang diselenggarakan pada tahun depan, yang akan menghadirkan 28 provinsi pengurus HPA,” katanya.
Ansar berharap kader yang mengikuti PKN dapat melanjutkan perjuangan dan semangat pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.
Menurutnya, perjuangan Guru Tua dalam membangun dan mengembangkan pendidikan Alkhairaat telah memberikan fondasi penting bagi perkembangan pendidikan di kawasan timur Indonesia.
“Besar harapan kami agar semangat kembali menumbuhkan pengkaderan HPA di seluruh wilayah yang menjadi basis Alkhairaat terus dapat dilaksanakan seperti bagaimana yang dilaksanakan para pendiri HPA,” pungkasnya.















