Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026 terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki hari ke-32 pemusatan latihan, kesiapan para calon pengibar Sang Saka Merah Putih telah mencapai sekitar 70 hingga 75 persen menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Seluruh calon Paskibraka dijadwalkan mulai memasuki masa karantina di asrama pada Senin (3/8/2026). Tahapan tersebut menjadi bagian penting dari proses pemantapan fisik, mental, kedisiplinan, serta kekompakan pasukan sebelum menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang.
Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan seluruh rangkaian latihan terus ditingkatkan mengingat waktu pelaksanaan upacara kemerdekaan hanya tersisa sekitar dua pekan.
“Penilaian pelatih saat ini berada di kisaran 70 sampai 75 persen. Kami masih memantapkan formasi Pasukan 17, Pasukan 8, dan Pasukan 45, termasuk tata cara pengibaran serta penurunan bendera di tiang utama,” ujar Ibrahim saat ditemui di lokasi latihan, Minggu (2/8/2026) sore.
Ia menjelaskan, materi pembinaan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan Peraturan Baris Berbaris (PBB), tetapi juga mencakup teknik pengibaran bendera, kesiapan mental, serta simulasi menghadapi latihan gabungan bersama unsur TNI dan Polri.
Menurut Ibrahim, para calon Paskibraka dibagi dalam dua kelompok, yakni Rajawali dan Garuda. Kedua kelompok tersebut memiliki kesempatan yang sama untuk dipercaya sebagai pasukan pengibar maupun penurun bendera, sesuai hasil evaluasi dan penilaian tim pelatih.
“Semua masih memiliki peluang yang sama. Penempatan tugas akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi selama proses latihan berlangsung,” jelasnya.
Selain latihan rutin, calon Paskibraka Parigi Moutong juga akan menjalani latihan gabungan bersama Pasukan Pengawal Bendera (Paswalraka) yang melibatkan unsur TNI dan Polri. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 atau 7 Agustus 2026.
Ibrahim menyampaikan, masa karantina yang dimulai 3 Agustus menjadi tahap strategis dalam pembentukan karakter para anggota Paskibraka. Selama berada di asrama, peserta akan mendapatkan pembinaan untuk memperkuat kedisiplinan, jiwa nasionalisme, tanggung jawab, serta membangun soliditas antaranggota.
Ia menambahkan, Paskibraka Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026 merupakan angkatan ke-24. Para putra-putri terbaik daerah tersebut dipersiapkan untuk menjalankan tugas mulia mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan sisa waktu persiapan yang ada, seluruh jajaran pelatih dan pembina terus memastikan kesiapan pasukan agar mampu tampil maksimal dan menjalankan amanah pada momentum bersejarah tersebut.















