Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong saat Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, didampingi Wakil Bupati Abdul Sahid, menyambut langsung kepulangan jema’ah haji Kabupaten Parigi Moutong Tahun 1448 Hijriah/2026 Masehi yang telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Penyambutan berlangsung pada Kamis dini hari (25/6/2026) pukul 00.25 WITA.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, jajaran Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Parigi Moutong, Plt. Kabag Kesra, Ketua MUI Kabupaten Parigi Moutong, keluarga jemaah, serta masyarakat yang turut menyambut kedatangan para tamu Allah SWT.
Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah haji yang telah kembali ke daerah dalam keadaan selamat. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalankan diterima oleh Allah SWT dan mengantarkan seluruh jemaah meraih predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah,” ujar Bupati.
Bupati menuturkan, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sarat dengan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman selama berada di Tanah Suci, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai teladan di tengah masyarakat.
Menurutnya, para jemaah haji memiliki peran strategis dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan kerukunan di lingkungan masing-masing. Karena itu, ia mengajak seluruh jemaah untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan setelah kembali ke tanah air.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari proses pemberangkatan, pendampingan selama di Tanah Suci hingga proses pemulangan ke Kabupaten Parigi Moutong.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), jumlah jemaah haji asal Kabupaten Parigi Moutong tahun ini sebanyak 100 orang, terdiri atas 98 jemaah dan dua petugas pendamping, dengan rincian 31 laki-laki dan 69 perempuan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Parigi Moutong, Subhan, menjelaskan bahwa satu orang jemaah belum dapat kembali bersama rombongan karena masih menjalani perawatan medis di Balikpapan. Jemaah tersebut adalah Syahrudin Andi Sappo Berkisar (77), warga Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi.
Menurut Subhan, kondisi kesehatan Syahrudin menurun setelah menempuh perjalanan panjang dari Madinah menuju Indonesia sehingga harus mendapatkan penanganan medis setibanya di Balikpapan.
“Setelah tiba di Balikpapan, beliau langsung mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Pihak rumah sakit memutuskan agar beliau dirawat selama beberapa hari guna memastikan kondisi kesehatannya kembali stabil,” jelas Subhan.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga, petugas haji, serta rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi jemaah tersebut. Kabar terbaru menunjukkan kondisi Syahrudin terus membaik.
“Alhamdulillah, kondisi beliau saat ini terus menunjukkan perkembangan yang baik. Beliau sudah dapat berdiri, duduk, dan berkomunikasi dengan lancar. Kami berharap beliau segera pulih dan dapat kembali ke Kabupaten Parigi Moutong dalam keadaan sehat,” tambahnya.
Menutup kegiatan penyambutan, Bupati Erwin Burase bersama Wakil Bupati Abdul Sahid mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan seluruh jemaah haji Kabupaten Parigi Moutong agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.















