PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Berbeda dari kegiatan reses pada umumnya, Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Hanura, Yushar, menghadirkan konsep yang memadukan penjaringan aspirasi masyarakat dengan kegiatan lomba domino. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana lebih santai dan dekat, sehingga warga lebih mudah menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Yushar mengatakan, reses bukan hanya menjadi kewajiban sebagai wakil rakyat untuk mendengar aspirasi, tetapi juga momentum memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat. Saya terpilih di Dapil I, sehingga sudah menjadi kewajiban untuk turun melihat kondisi serta mendengarkan langsung keluhan warga,” ujar Yushar usai kegiatan reses.
Menurutnya, konsep lomba domino yang dirangkaikan dalam agenda reses mendapat respons positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti warga Kecamatan Parigi, tetapi juga melibatkan peserta dari sejumlah wilayah seperti Toboli, Pelawa, hingga Tindaki.
Ia menilai, pendekatan tersebut menjadi ruang komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat dan wakilnya di parlemen, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
Dalam pertemuan bersama masyarakat, sejumlah aspirasi mengemuka dan menjadi perhatian serius. Salah satu persoalan yang banyak disampaikan warga adalah permintaan percepatan penanganan pohon trembesi di sejumlah titik yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di kawasan pesisir, khususnya jalur Bantaya hingga Kampal, yang membutuhkan perbaikan agar aktivitas masyarakat lebih aman dan nyaman.
“Keluhan warga yang paling banyak disampaikan adalah penanganan pohon trembesi, perbaikan jalan pesisir Bantaya–Kampal, penerangan jalan umum, serta persoalan banjir yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius,” jelasnya.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Yushar memastikan akan membawa dan memperjuangkan setiap masukan masyarakat kepada pemerintah daerah. Ia menyadari kondisi saat ini masih dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, namun kebutuhan dasar masyarakat tetap harus menjadi perhatian.
“Insya Allah seluruh aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan. Memang saat ini ada efisiensi anggaran, tetapi kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas untuk kami sampaikan kepada pemerintah daerah,” tegasnya.
Yushar menambahkan, kawasan Kota Parigi memiliki posisi strategis karena menjadi wajah Kabupaten Parigi Moutong. Oleh sebab itu, penataan infrastruktur, penerangan jalan, ruang publik, hingga penanganan banjir harus menjadi perhatian bersama.
“Kota adalah wajah daerah. Karena itu, kebutuhan masyarakat seperti penebangan pohon yang berisiko, pemasangan lampu penerangan jalan, perbaikan ruas jalan dalam kota, hingga penanganan banjir akan terus kami dorong agar mendapat tindak lanjut dari pemerintah,” pungkasnya.















