MOROWALI, Timursulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi meluncurkan logo, maskot, dan jingle Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-X Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali, Selasa (12/05/2026). Peluncuran tersebut menjadi penanda kesiapan Morowali sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu.
Dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut, Anwar Hafid didampingi Ketua KONI Sulawesi Tengah, Faturazak. Selain melaunching identitas resmi Porprov, gubernur juga menyerahkan tujuh kendaraan operasional kepada KONI kabupaten, masing-masing untuk Kabupaten Parigi Moutong, Morowali, Banggai, Tolitoli, Donggala, Sigi, dan Tojo Una-Una.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyebut pelaksanaan Porprov X menjadi momentum bersejarah bagi Morowali karena untuk pertama kalinya dipercaya sebagai tuan rumah.
“Ini mungkin pertama kali sebagai tuan rumah Porprov. Dan ini terjadi di zamannya Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf. Berarti bupati kita ini juara, cocok dengan namanya juara. Semoga juaranya bukan satu kali, harus dua kali juara,” ujar Anwar Hafid disambut tepuk tangan peserta.
Ia mengaku terus memantau perkembangan persiapan Porprov dari waktu ke waktu. Menurutnya, pelaksanaan Porprov tahun ini terasa spesial karena berlangsung saat dirinya menjabat gubernur dan Morowali dipimpin Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf.
“Sejak tahun 2024 sebelum saya jadi gubernur, Morowali sudah ditetapkan sebagai tuan rumah. Alhamdulillah momennya datang saat saya jadi gubernur dan Pak Iksan menjadi bupati. Terima kasih kepada Bapak Bupati yang bekerja luar biasa di tengah efisiensi, tetapi semangat memajukan olahraga tidak pernah kendor,” katanya.
Anwar juga memuji keseriusan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam menyiapkan sarana olahraga. Ia menilai sejumlah venue kini tampil lebih representatif dan siap digunakan untuk pelaksanaan Porprov.
“Persiapannya luar biasa. Semua venue seperti baru dibangun. Saya lihat Stadion Fonuasingko sudah bagus, ada venue baru di KTM dan beberapa lapangan baru lainnya. Sekali lagi saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Morowali yang bekerja keras sehingga Porprov ini bisa berjalan sukses,” ungkapnya.
Dalam pidatonya, Anwar Hafid menegaskan olahraga merupakan bagian dari tugas utama pemerintah daerah, bukan sekadar kegiatan tambahan. Karena itu, ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota tetap memberikan dukungan anggaran terhadap KONI dan pembinaan atlet meski berada di tengah kebijakan efisiensi.
“Kalau ada yang bilang di tengah efisiensi masih bikin Porprov, jangan lupa olahraga itu tugas pokok pemerintah. Prestasi daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga kemajuan olahraga,” tegasnya.
Ia bahkan mengaku dunia olahraga, khususnya sepak bola, menjadi salah satu modal penting yang membuat dirinya dikenal luas masyarakat Sulawesi Tengah.
“Modal saya keliling Sulawesi Tengah itu cuma sepak bola saja. Hampir 34 kali turnamen saya ikuti. Hanya gara-gara sepak bola saya terpilih jadi gubernur,” ucapnya sambil disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Anwar Hafid juga memasang target besar bagi olahraga Sulawesi Tengah, yakni menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, kesuksesan Porprov menjadi pintu awal mengukur kesiapan atlet menghadapi kompetisi nasional.
“Target kita mewujudkan Sulteng Nambaso Temponamo Juara. Kita target 10 besar di PON nanti. Maka pintunya ada di Porprov ini. Kalau Porprov sukses, insyaallah target 10 besar bisa tercapai,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga daerah, gubernur menyerahkan kendaraan operasional kepada tujuh KONI kabupaten. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pembinaan atlet di daerah masing-masing.
“Pembinaan atlet ini tidak main-main. Mereka perlu sarana dan prasarana. Karena itu pemerintah provinsi membantu kendaraan operasional bagi KONI kabupaten kota agar pembinaan atlet semakin maksimal,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Anwar Hafid optimistis Morowali mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan membanggakan Sulawesi Tengah. Dukungan Forkopimda, pemerintah daerah, hingga masyarakat dinilai menjadi modal besar menyukseskan Porprov X Sulawesi Tengah Tahun 2026.
“Morowali ini biasa di laswan, tapi kalau sudah tiba waktunya keluar semua jurusnya. Saya yakin Porprov di Morowali akan sukses dan tidak mempermalukan Sulawesi Tengah,” tandasnya.















