PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan calon jamaah haji asal Kabupaten Parigi Moutong saat keluarga mengantar orang-orang tercinta menuju Tanah Suci. Tangis, doa, dan pelukan hangat mengiringi keberangkatan 98 jamaah haji reguler tahun 2026 yang secara resmi dilepas Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Kantor Kementerian Haji dan Umroh, di auditorium, Senin (11/05/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Parigi Moutong, Subhan Lapu, dalam laporannya mengungkapkan bahwa jumlah jamaah haji tahun ini didominasi oleh kaum perempuan.
“Jumlah jamaah haji reguler Kabupaten Parigi Moutong tahun ini sebanyak 98 orang, terdiri dari 37 laki-laki dan 61 perempuan,” ujar Subhan di hadapan jamaah dan para tamu undangan.
Selain itu, terdapat empat jamaah lanjut usia (lansia) yang turut berangkat menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Mereka masing-masing Muhtadin asal Lambunu berusia 93 tahun, Manjidah 83 tahun, Jafar Lapana 83 tahun, dan Jepenas 80 tahun.
Muhtadin tercatat sebagai jamaah tertua asal Parigi Moutong tahun ini. Sementara jamaah termuda adalah Adinda Muhammad Tahir yang masih berusia 18 tahun.
“Usia tertua atas nama Bapak Muhtadin 93 tahun dan usia termuda atas nama Adinda Muhammad Tahir dengan usia 18 tahun,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Subhan juga memperkenalkan petugas haji daerah yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, yakni Medi, yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi di tingkat provinsi.
Tak hanya itu, unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU), Haji Aguslam, turut diperkenalkan kepada para jamaah. Menurut Subhan, sosok Haji Aguslam sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat Parigi Moutong hingga Gorontalo.
“Beliau sudah tidak asing lagi. Seluruh Kabupaten Parigi Moutong mengenal beliau, bahkan sampai ke Gorontalo,” katanya.
Untuk petugas kloter, pembimbing ibadah dipercayakan kepada Haji Satyuddin. Sedangkan ketua kloter dan petugas kesehatan, termasuk dr. Rahma, disebut telah menunggu jamaah di Kota Palu.
Subhan juga menyoroti adanya perubahan sistem penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Jika sebelumnya berada di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, kini pelaksanaan haji ditangani langsung oleh Kementerian Haji dan Umroh.
“Perbedaannya cukup signifikan. Tahun ini sudah diselenggarakan langsung oleh Kementerian Haji dan Umroh,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Parigi Moutong untuk bersama-sama mendukung peningkatan pelayanan haji agar semakin baik di masa mendatang.
Kepada para jamaah, Subhan berpesan agar senantiasa mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, baik pembimbing ibadah, ketua kloter, ketua regu, ketua rombongan maupun petugas kesehatan.
“Agar pelaksanaan ibadah haji nantinya di Tanah Suci berjalan aman dan nyaman,” ucapnya.
Ia juga mengimbau jamaah yang masih muda dan dalam kondisi sehat untuk membantu jamaah lansia maupun disabilitas selama proses ibadah berlangsung.
Menurutnya, semangat saling membantu tersebut sejalan dengan tema pelayanan haji tahun ini, yakni ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan.
“Jamaah yang merasa masih kuat dan muda agar saling membantu kepada jamaah lansia dan disabilitas,” pungkasnya.















