Jakarta, Timursulawesi.id — Momen tak terduga terjadi usai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional. Presiden RI Prabowo Subianto memilih langsung turun dari panggung, membaur tanpa sekat dengan ribuan buruh yang memadati lokasi.
Alih-alih menjaga jarak, Prabowo justru mendekat ke tengah kerumunan. Ia bahkan membuka pakaian kebesarannya dan memberikannya kepada salah satu buruh, sebelum tampil santai mengenakan kaos hitam.
Kehadirannya disambut antusias ia menyalami, bahkan memeluk sejumlah buruh sebelum akhirnya meninggalkan lokasi menggunakan mobil dinas.
Dalam pidatonya sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa dukungan buruh, petani, nelayan, dan pekerja menjadi fondasi penting dalam perjalanan politiknya hingga menjabat sebagai Presiden.
“Saya merasa jadi Presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja,” ujarnya di hadapan massa.
Ia menekankan komitmennya untuk terus membela kepentingan rakyat, khususnya mereka yang masih menghadapi kesulitan hidup.
“Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit,” kata Prabowo, disambut riuh tepuk tangan dan sorakan buruh.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa perjuangannya tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk praktik korupsi oleh oknum elite.
“Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi banyak elite yang curi uang rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya keadilan sosial. Prabowo mengaku tidak rela jika masih ada anak Indonesia yang kelaparan atau ibu yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar anaknya.
Ia juga menyinggung praktik kolusi antara pejabat dan pengusaha yang merugikan negara, seraya menegaskan sikapnya menolak hal tersebut.
“Saya tidak rela ada pejabat yang bekerja sama dengan pengusaha serakah,” ujarnya.
Meski demikian, Prabowo tetap optimistis masih banyak pengusaha yang memiliki komitmen tulus untuk membantu pemerintah membangun bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.














