Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPendidikan

Pawai PAUD Parigi Moutong, Semarak Hardiknas Meski Diguyur Hujan

×

Pawai PAUD Parigi Moutong, Semarak Hardiknas Meski Diguyur Hujan

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Semangat anak-anak usia dini di Parigi tak surut meski hujan sempat mengguyur. Puluhan peserta didik PAUD tetap antusias mengikuti Pawai Karnaval dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di Lapangan Toraranga, Sabtu (1/5/2026). (Dok. Diskominfo Parigi Moutong)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Semangat anak-anak usia dini di Parigi Moutong, tak surut meski hujan sempat mengguyur. Puluhan peserta didik PAUD tetap antusias mengikuti Pawai Karnaval dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di Lapangan Toraranga, Sabtu (1/5/2026).

Suasana khidmat sekaligus ceria terasa sejak awal kegiatan. Area depan Perpustakaan Daerah dipadati peserta yang tampil dengan beragam kostum menarik, mencerminkan tema pendidikan dan budaya. Kegiatan ini secara resmi dibuka dan dilepas oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, yang hadir memberi semangat kepada para peserta.

Berita lainnya :  Pemprov Sulteng Siapkan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong serta Banggai Terpilih

Sebanyak 59 kontingen dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Parigi ambil bagian dalam pawai tersebut. Para peserta memulai rute dari depan Perpustakaan Toraranga, melintasi Rumah Jabatan Bupati, kawasan Dekranasda, hingga finis di halaman Kantor Dinas Pendidikan.

Salah satu panitia, Ince Susanti, menjelaskan bahwa penilaian karnaval tahun ini berlangsung ketat dengan fokus utama pada kesesuaian tema Hardiknas. Adapun bobot penilaian meliputi tema pendidikan (30 poin), kostum dan atribut (25 poin), kreativitas (20 poin), kekompakan (15 poin), serta ketertiban (10 poin).

Berita lainnya :  DPRD Parigi Moutong Dukung TMMD Percepat Pembangunan Desa

Dewan juri juga menekankan pentingnya keselarasan antara tema dan penampilan peserta di lapangan. “Kalau mengangkat tema petani, maka atributnya harus total sebagai petani. Kekompakan dan ketertiban anak-anak juga menjadi tantangan sekaligus poin penting,” ujar salah satu juri.

Usai melepas peserta, Hj. Hestiwati Nanga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang tetap bersemangat mendampingi anak-anak di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

“Pawai ini bukan sekadar baris-berbaris, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak membangun kepercayaan diri sejak dini. Melalui kreativitas dan kostum, kita menanamkan cinta tanah air dan identitas budaya. Saya bangga melihat keceriaan mereka hari ini,” ungkapnya.

Berita lainnya :  Reny Lamadjido: membuka Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Berani 2026

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para pendidik. Salah satu guru pendamping dari PAUD Parigi Utara, Toboli, menyebut karnaval sebagai sarana pembelajaran penting bagi anak-anak.

“Kegiatan ini melatih dedikasi dan kekompakan. Anak-anak juga belajar mengenal budaya melalui kostum yang mereka kenakan, sehingga menjadi motivasi bagi perkembangan mereka ke depan,” ujarnya.

Pawai karnaval berakhir dengan tertib di halaman Dinas Pendidikan, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat yang antusias menyaksikan sepanjang rute kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *