DONGGALA, Timursulawesi.id – Bawaslu Kabupaten Donggala mengawali pekan kerja dengan memperkuat konsolidasi internal melalui apel pagi yang dipimpin langsung Ketua Bawaslu Donggala, Abdul Salim, Senin (8/6/2026). Apel tersebut menjadi momentum untuk mematangkan sejumlah agenda strategis kelembagaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Dalam amanatnya, Abdul Salim mengajak seluruh jajaran untuk mensyukuri kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat kembali menjalankan tugas serta mengikuti apel pagi sebagai bagian dari upaya menjaga disiplin dan etos kerja di lingkungan Bawaslu Donggala.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan harus terus dipelihara agar setiap program kelembagaan dapat terlaksana secara maksimal dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.
Pada kesempatan itu, Salim juga menyoroti pentingnya penyesuaian dan penguatan pelaksanaan program Jumat Berlian dan Jumat Sehati sesuai arahan Bawaslu Republik Indonesia. Program tersebut dinilai perlu dirancang secara matang agar pelaksanaannya berjalan efektif dan mampu mendukung penguatan kelembagaan.
Ia menegaskan bahwa perencanaan yang baik menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kegiatan tidak hanya terlaksana sesuai jadwal, tetapi juga mampu menghasilkan dampak positif bagi peningkatan kualitas kerja organisasi.
Selain membahas program internal, Abdul Salim turut mengingatkan seluruh jajaran untuk mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang direncanakan berlangsung pada akhir Juni 2026.
Menurutnya, kegiatan P2P merupakan salah satu program penting Bawaslu dalam memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi sekaligus meningkatkan kesadaran politik dan demokrasi, khususnya di kalangan generasi muda.
Karena itu, ia meminta seluruh unsur di lingkungan Bawaslu Donggala memastikan kesiapan kegiatan secara menyeluruh, mulai dari aspek administrasi, teknis pelaksanaan hingga koordinasi internal agar seluruh rangkaian agenda dapat berjalan dengan baik.
“Keberhasilan kegiatan P2P membutuhkan kesiapan yang matang dari seluruh pihak yang terlibat, sehingga tujuan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan pendidikan demokrasi dapat tercapai secara optimal,” tegas Abdul Salim.















