Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatan

Dinkes Parigi Moutong Perkuat Pengawasan Pengelolaan Limbah Medis B3

×

Dinkes Parigi Moutong Perkuat Pengawasan Pengelolaan Limbah Medis B3

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Upaya menjaga keselamatan lingkungan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. (Dok. Pribadi)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Upaya menjaga keselamatan lingkungan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Salah satunya melalui sinkronisasi data pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang menjadi langkah penting untuk memastikan pengelolaan limbah medis di seluruh puskesmas berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku.

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong pada 4 Juni 2026 tersebut diikuti seluruh pengelola program kesehatan lingkungan serta petugas pengelola limbah medis puskesmas se-Kabupaten Parigi Moutong.

Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus memastikan seluruh proses pengelolaan limbah medis dilakukan secara tertib, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peserta yang hadir memiliki peran penting dalam pengelolaan limbah medis di masing-masing puskesmas, mulai dari pencatatan volume limbah yang dihasilkan, penyimpanan sementara, hingga pelaporan dan pengawasan proses pengangkutan oleh pihak ketiga yang telah memiliki izin resmi.

Berita lainnya :  Muhdar Ibrahim: Hanya Satu Mendaftar Sebagai "Balon" Ketua FPTI Sulteng

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan melakukan evaluasi sekaligus sinkronisasi data terkait volume limbah B3 yang dihasilkan setiap puskesmas, jadwal pengangkutan limbah, serta kelengkapan dokumen manifest yang menjadi bukti pengelolaan limbah telah dilaksanakan sesuai prosedur.

Sinkronisasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh data yang dimiliki puskesmas selaras dengan data yang tercatat di Dinas Kesehatan. Langkah ini dinilai penting guna menghindari perbedaan informasi yang dapat memengaruhi proses pelaporan maupun pengawasan.

Selain verifikasi data, kegiatan tersebut juga menjadi wadah diskusi untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi puskesmas dalam pengelolaan limbah medis B3. Berbagai persoalan yang dibahas meliputi proses penyimpanan sementara, administrasi pencatatan, hingga mekanisme pengangkutan limbah oleh pihak pengelola yang berwenang.

Berita lainnya :  RDP DPRD Parigi Moutong Bahas Nasib Cleaning Service RS Anuntaloko

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Darlin, menegaskan bahwa pengelolaan limbah B3 merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan pasien, tetapi juga pada perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Pengelolaan limbah B3 bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Darlin.

Menurutnya, limbah medis yang tidak dikelola secara benar berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan. Karena itu, seluruh tahapan pengelolaan harus dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

“Kami ingin memastikan seluruh puskesmas memiliki data yang valid, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan data yang akurat, proses pengawasan dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan secara lebih efektif,” katanya.

Berita lainnya :  Empat Organisasi Pers Dicatut Dalam Proposal HUT RI

Darlin juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam membangun sistem pengelolaan limbah medis yang tertib dan berkelanjutan. Ia mengingatkan seluruh petugas untuk terus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Komitmen bersama sangat dibutuhkan agar pengelolaan limbah medis dapat berjalan optimal. Kita ingin seluruh fasilitas kesehatan di Parigi Moutong menjadi contoh dalam penerapan pengelolaan limbah yang aman dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Melalui kegiatan sinkronisasi data ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong berharap seluruh puskesmas memiliki data pengangkutan limbah B3 yang akurat, terintegrasi, dan terdokumentasi dengan baik. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, mencegah risiko pencemaran lingkungan, serta mewujudkan fasilitas pelayanan kesehatan yang aman, sehat, dan berwawasan lingkungan di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 32

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *