PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, bersiap menjadi pusat perhatian pecinta kuliner tradisional Sulawesi Tengah. Selama dua hari, pada 6 hingga 7 Juni 2026, daerah tersebut akan menggelar Festival Lalampa yang diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus promosi kuliner khas daerah.
Ketua Panitia Festival Lalampa, Muhammad Taufan, mengatakan kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Tengah itu menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan kuliner lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Taufan saat ditemui media ini pada Kamis (4/6/2026). Menurutnya, berbagai persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan festival dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menjelaskan, rencana pelaksanaan Festival Lalampa mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Tengah. Apresiasi itu disampaikan setelah pihak panitia bersama Kepala Desa Toboli melakukan koordinasi dan bertemu langsung dengan gubernur untuk memaparkan konsep kegiatan yang akan digelar.
Menurut Taufan, Anwar Hafid menilai langkah yang dilakukan para pelaku UMKM di Desa Toboli sebagai sebuah inisiatif positif dalam menjaga eksistensi kuliner tradisional yang telah menjadi identitas masyarakat setempat selama bertahun-tahun.
“Bila sebelumnya masyarakat hanya mengenal Hari Raya Lalampa, kini konsepnya dikembangkan menjadi Festival Lalampa yang lebih besar dan lebih terbuka untuk masyarakat luas,” ujar Taufan.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, tetapi juga bertujuan memberikan edukasi serta motivasi kepada para pelaku UMKM agar terus mempertahankan dan mengembangkan makanan khas daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.
Selain lalampa sebagai ikon utama kegiatan, festival itu juga akan menghadirkan beragam kuliner tradisional peninggalan leluhur yang masih dikenal masyarakat hingga saat ini. Berbagai makanan khas tersebut diharapkan mampu menarik minat pengunjung sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Sulawesi Tengah kepada generasi muda.
“Dalam festival ini kami juga akan menampilkan aneka kuliner tradisional seperti kue cucur, kalopa, onde-onde, dan berbagai jenis makanan khas lainnya. Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.















