Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahEkonomi

Parigi Moutong Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Transmigrasi Nasional

×

Parigi Moutong Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Transmigrasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Peluang besar tengah terbuka bagi Kabupaten Parigi Moutong untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kawasan transmigrasi di Indonesia. (Dok. Diskominfo Parigi Moutong)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Peluang besar tengah terbuka bagi Kabupaten Parigi Moutong untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kawasan transmigrasi di Indonesia. Dukungan pemerintah pusat mulai mengalir setelah daerah ini didorong masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui program hilirisasi dan pengembangan ekonomi yang terintegrasi.

Keseriusan tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Direktur Perencanaan Teknis, Pengembangan Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi RI, Dr. Andy Wijaya, yang diterima langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, di Kecamatan Mepanga, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut cepat dari audiensi yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Menteri Transmigrasi di Jakarta. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah memperkuat usulan kawasan transmigrasi Parigi Moutong agar masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Andy Wijaya menjelaskan bahwa Kementerian Transmigrasi kini mengusung paradigma baru bertajuk “Transmigrasi Reborn”. Menurutnya, orientasi program transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Berita lainnya :  Kelurahan Ranononcu Wakili Poso di Lomba Desa dan Kelurahan Sulteng 2025: Ajang Evaluasi dan Inspirasi Pembangunan Partisipatif

“Paradigma kami telah berubah. Jika dulu fokusnya hanya memindahkan penduduk, saat ini orientasinya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut. Kita ingin status sosial dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi meningkat secara nyata,” ujar Andy.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Transmigrasi menyiapkan lima program strategis yang akan disinergikan di Parigi Moutong. Program itu meliputi Trans Tuntas yang fokus pada penyelesaian legalitas lahan warga transmigrasi, Trans Gotong Royong melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk akademisi Universitas Airlangga dan Universitas Hasanuddin, serta Trans Patriot yang menghadirkan tenaga pendamping untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Tahun ini, tim dari Universitas Airlangga dijadwalkan melakukan pendampingan selama empat bulan guna memperkuat sektor peternakan ayam di kawasan Bahari Tomini Raya.

Selain itu, program Trans Karya Nusa diarahkan untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi komoditas unggulan melalui konsep ekonomi sirkular. Sejumlah potensi daerah seperti durian, kakao, dan kelapa dalam dinilai memiliki prospek pasar yang menjanjikan, termasuk untuk kebutuhan ekspor ke China.

Berita lainnya :  Golkar Parigi Moutong Gelar Musda VI Tentukan Arah Kepemimpinan

Menanggapi dukungan tersebut, Bupati H. Erwin Burase menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam menyiapkan seluruh data pendukung yang dibutuhkan guna memperkuat usulan PSN kepada Kementerian Transmigrasi. Menurutnya, masuknya Parigi Moutong dalam proyek nasional akan menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Masuknya PSN ini menjadi harapan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Kami segera menyiapkan seluruh data teknis pendukung agar rencana besar bersama Kementerian Transmigrasi ini dapat benar-benar terwujud di bumi Parigi Moutong,” tegas Erwin.

Pada kesempatan yang sama, komitmen penguatan ekonomi masyarakat juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan bibit kelapa dalam untuk pengembangan lahan seluas 300 hektare. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Erwin Burase bersama Dr. Andy Wijaya kepada perwakilan 16 kelompok tani penerima manfaat yang tersebar di enam kecamatan, yakni Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu.

Berita lainnya :  Dua Nyawa Melayang di PETI Nasalane, Pemilik Dipertanyakan Hukum

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian. Setiap hektare lahan memperoleh 110 bibit kelapa dalam unggul, 330 kilogram pupuk organik granula untuk fase pertumbuhan awal, serta bantuan biaya penanaman sebesar 15 Hari Orang Kerja (HOK) yang ditransfer langsung ke rekening kelompok tani.

Dadan menambahkan, pada tahun 2026 Parigi Moutong memperoleh alokasi pengembangan kelapa dalam seluas 500 hektare. Tahap pertama seluas 300 hektare telah direalisasikan, sementara tahap kedua seluas 200 hektare akan dilaksanakan pada semester kedua setelah dokumen Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dieksekusi.

Melalui sinergi lintas kementerian, dukungan akademisi, serta penguatan komoditas unggulan daerah, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong optimistis kawasan transmigrasi di wilayahnya akan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri, modern, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

Total Views: 527

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *