PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Setelah mengalami kekosongan jabatan strategis selama hampir tiga tahun, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akhirnya mulai membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026 untuk mengisi 19 posisi penting di lingkungan pemerintahan daerah.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, saat membacakan laporan panitia pelaksana pada kegiatan Uji Potensi, Kompetensi Manajerial, dan Sosial Kultural seleksi terbuka JPT Pratama di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, seleksi tersebut menjadi langkah penting untuk mengakhiri kekosongan sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama yang terjadi sejak 2023.
“Seleksi ini merupakan rangkaian kegiatan untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama yang sudah berlangsung sejak tahun 2023. Alhamdulillah, tahun 2026 ini baru dapat dilaksanakan untuk mengisi 19 jabatan tinggi pratama di Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Zulfinasran.
Ia menjelaskan, sebenarnya terdapat sekitar 20 jabatan yang kosong. Namun saat pengajuan izin dan pertimbangan teknis (Pertek) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Desember 2025, salah satu posisi masih ditempati pejabat definitif sehingga belum dapat diikutsertakan dalam seleksi.
“Ketika Pertek keluar, pejabat pada dinas tersebut baru memasuki masa pensiun pada tahun 2026. Karena itu, yang mendapatkan izin seleksi hanya 19 jabatan,” jelasnya.
Pemkab Parigi Moutong juga memproyeksikan pembukaan seleksi JPT kembali pada 2027 mendatang, menyusul adanya tiga jabatan yang diperkirakan akan kosong.
Antusiasme peserta dalam seleksi kali ini juga cukup tinggi. Tercatat ada 153 lamaran masuk, meski jumlah peserta secara perorangan sebanyak 76 orang karena satu peserta diperbolehkan melamar lebih dari satu jabatan.
Peserta tidak hanya berasal dari internal Pemkab Parigi Moutong, tetapi juga dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah hingga luar daerah.
“Ada sekitar enam peserta dari pemerintah provinsi dan beberapa peserta dari luar Sulawesi Tengah,” katanya.
Zulfinasran turut menyinggung adanya sanggahan dari salah satu peserta asal luar Sulawesi Tengah yang tidak lolos tahap administrasi. Ia memastikan panitia seleksi telah memberikan jawaban resmi atas keberatan tersebut.
Menurutnya, seluruh ketentuan seleksi telah dicantumkan secara jelas dalam pengumuman resmi dan telah memperoleh persetujuan BKN sebelum dipublikasikan.
“Dalam pengumuman sudah ditegaskan bahwa peserta berasal dari ASN pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Ketentuan itu juga telah dilampirkan ke BKN untuk diteliti sebelum izin seleksi diterbitkan,” tegasnya.
Di hadapan peserta dan asesor, Zulfinasran juga menyoroti penerapan sistem manajemen talenta yang mulai dijalankan pemerintah daerah. Ia menyebut, ke depan pola seleksi terbuka kemungkinan akan semakin berkurang karena penilaian ASN dilakukan berbasis rekam jejak, kompetensi, dan kinerja.
“Parigi Moutong menjadi salah satu daerah yang diminta BKN menerapkan manajemen talenta secara penuh. Karena itu, peserta diminta aktif mengisi data potensi dan kinerja melalui MyASN,” ujarnya.
Ia menambahkan, penilaian ASN nantinya tidak hanya bertumpu pada asesmen, tetapi juga evaluasi kinerja, rekam penghargaan, penilaian 360 derajat, hingga capaian kerja masing-masing pegawai.
“Silakan keluarkan seluruh potensi terbaik yang dimiliki. Tunjukkan kreativitas dan kemampuan masing-masing dalam seleksi ini,” pungkasnya.















