Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Kades Posona Tolak Tambang Demi Masa Depan Pertanian Warganya

×

Kades Posona Tolak Tambang Demi Masa Depan Pertanian Warganya

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Penolakan terhadap rencana aktivitas pertambangan di Desa Posona disampaikan langsung Kepala Desa Posona, Darmawan, di hadapan Bupati Erwin Burase dan jajaran pemerintah daerah. (Dok. Timursulawesi.id/Ma'in)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Penolakan terhadap rencana aktivitas pertambangan emas di Desa Posona yang disampaikan langsung Kepala Desa, Darmawan, di hadapan Bupati Erwin Burase dan jajaran pemerintah daerah. Ia menegaskan masyarakat lebih memilih menjaga keberlanjutan pertanian dan perkebunan dibanding membuka ruang bagi investasi tambang.

Pernyataan itu disampaikan Darmawan dalam kegiatan sosialisasi sektor perkebunan yang digelar PT Agro Karya Anugerah di Desa Posona, Kecamatan Kasimbar, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Darmawan menilai Desa Posona memiliki potensi besar di sektor agraria yang harus dipertahankan demi masa depan masyarakat. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak menerbitkan izin pertambangan di wilayah desanya.

“Atas nama masyarakat Desa Posona, kami memohon kepada pak bupati untuk tidak mengeluarkan izin pertambangan di desa kami,” tegasnya.

Menurutnya, Desa Posona memiliki sekitar 200 hektare sawah irigasi dan 60 hektare sawah tadah hujan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga. Aktivitas pertambangan dinilai berisiko merusak lahan produktif dan mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Berita lainnya :  Ali Imron Kepala UPP Parigi Akui Kesalahan Input Gaji PNS di SiRUP

Darmawan juga menyinggung berbagai program pembangunan yang saat ini mulai masuk ke wilayahnya. Ia menyebut pemerintah tengah mendorong pembangunan infrastruktur sosial ekonomi melalui program PCU dengan anggaran sekitar Rp500 hingga Rp600 juta untuk pembangunan jalan di lima kecamatan, termasuk Kecamatan Kasimbar.

“Ini juga sudah disampaikan pak bupati, ada lima kecamatan termasuk Kecamatan Kasimbar yang mendapat program pembangunan jalan,” ujarnya.

Selain itu, Desa Posona juga menerima bantuan bibit dari Balai Daerah Aliran Sungai Kementerian Kehutanan untuk kelompok tani hutan setempat. Bantuan tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan masih memiliki prospek besar bagi masyarakat desa.

Ia pun berharap Desa Posona dapat masuk dalam kuota penerima Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas) yang akan dibangun di beberapa titik di Kabupaten Parigi Moutong.

Berita lainnya :  Kapus Lompe Ntodea Parigi Barat, "Odong-Odong" Solusi Kesehatan Masyarakar Di Posyandu

“Kuota Parigi Moutong hanya tiga titik. Mudah-mudahan Desa Posona menjadi salah satunya untuk pembangunan air bersih di desa kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Darmawan turut mengungkap kekecewaan masyarakat terhadap keberadaan PT Trio Kencana yang selama ini bergerak di sektor pertambangan. Menurutnya, masyarakat sudah lama dijanjikan manfaat ekonomi, namun hasilnya tidak pernah benar-benar dirasakan warga.

“Kami masyarakat Desa Posona sudah bosan dengan hayalan. Dengan adanya PT Trio Kencana, masyarakat hanya diberi harapan. Bahkan kerugian yang dirasakan mencapai sekitar Rp1 miliar,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut kerugian yang dialami masyarakat jauh lebih besar dibanding pendapatan kepala desa selama dua periode jabatan.

“Kalau dihitung, gaji kepala desa selama 16 tahun dua periode tidak cukup menutup kerugian Rp1 miliar itu,” katanya.

Berita lainnya :  FTT Hadirkan Perpaduan Budaya dan Edukasi Lingkungan

Berbeda dengan sektor tambang, Darmawan mengaku lebih optimistis terhadap investasi perkebunan yang dikembangkan PT Agro Karya Anugerah. Ia menyebut perusahaan telah menyampaikan komitmen pembangunan kantor desa, fasilitas air bersih, dan infrastruktur jalan apabila proses Hak Guna Usaha (HGU) selesai tahun ini.

“Insyaallah kalau HGU keluar tahun ini, akan dibangunkan kantor desa, air bersih, dan infrastruktur jalan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Darmawan menyampaikan pernyataan yang langsung disambut tepuk tangan warga.

“Biarkan emas tetap berada di bawah bumi yang kita pijak. Karena masyarakat Posona ingin mendulang emas di permukaan melalui pertanian dan perkebunan,” ucapnya.

Ia optimistis Desa Posona ke depan dapat tumbuh menjadi desa mandiri berbasis pertanian dan perkebunan tanpa harus bergantung pada eksploitasi tambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *