Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Warga Kelurahan Masigi Geger Seketika

×

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Warga Kelurahan Masigi Geger Seketika

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Warga Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Telkom, tepat di depan Kantor Camat Parigi, Rabu (8/7/2026). (Dok. Pribadi)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Warga Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Telkom, tepat di depan Kantor Camat Parigi, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Korban diduga telah meninggal beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan oleh keluarga bersama warga yang merasa curiga karena tidak lagi melihat aktivitas korban seperti biasanya.

Korban diketahui bernama Andi Supardin (52), seorang wiraswasta yang tinggal seorang diri di rumah tersebut. Kecurigaan warga muncul setelah korban beberapa hari tidak terlihat duduk di depan rumah maupun beraktivitas seperti rutinitas sehari-hari.

Kapolsek Parigi, IPTU Jusman Bakri, S.H., M.H., mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai dugaan adanya mayat di dalam sebuah rumah di Kelurahan Masigi. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Polsek Parigi, Unit Reskrim, bersama Tim Inafis Polres Parigi Moutong langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berita lainnya :  Kini Layanan Ultrasonografi Sudah Tersedia di UPTD Puskesmas Parigi

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami bersama personel piket, Unit Reskrim Polsek Parigi dan Tim Inafis Polres Parigi Moutong langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara,” ujar IPTU Jusman Bakri.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar rumahnya. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan proses identifikasi sebelum mengevakuasi jenazah.

Berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Ingatkan Desa Waspada Karhutla Kemarau

Saksi Moh Sen (61) mengungkapkan, rasa curiga bermula setelah anaknya menyampaikan bahwa korban sudah beberapa hari tidak terlihat berada di depan rumah seperti biasanya. Karena khawatir, ia kemudian menghubungi kakak kandung korban, Andi Umar, untuk bersama-sama memeriksa kondisi korban.

Setibanya di rumah, pintu depan dalam keadaan terkunci. Andi Umar beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil adiknya, namun tidak mendapat respons. Karena korban tinggal seorang diri, ia memutuskan masuk melalui pintu belakang dengan membuka paksa pintu tersebut. Saat pintu terbuka, tercium bau menyengat dari dalam rumah, dan korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar.

Petugas kepolisian bersama Tim Inafis selanjutnya mengevakuasi jenazah menggunakan kantong jenazah. Kapolsek Parigi menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga terkait penanganan lebih lanjut. Keluarga menerima kepergian almarhum serta menolak dilakukan visum maupun membawa jenazah ke rumah sakit karena kondisi jasad yang telah membusuk.

Berita lainnya :  Program Lancar Bersama Prioritaskan Akses Jalan Terpencil

Sekitar pukul 18.40 Wita, keluarga memanggil seorang ustaz untuk memimpin salat jenazah. Setelah prosesi tersebut selesai, jenazah dibawah menggunakan ambulans RSUD Anuntaloko Parigi menuju Tempat Pemakaman Umum di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, untuk dimakamkan. Hingga seluruh rangkaian penanganan dan pemakaman selesai, situasi berlangsung aman dan kondusif, sementara pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki pemeriksaan medis lebih lanjut terhadap jenazah.

Total Views: 346

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *