Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPendidikan

Ketergantungan Kebijakan Lembaga Hambat Optimalisasi Bantuan PAUD Parimo

×

Ketergantungan Kebijakan Lembaga Hambat Optimalisasi Bantuan PAUD Parimo

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Parigi Moutong, Dahniar. (Dok. Ipal)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Upaya peningkatan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menghadapi tantangan dalam hal keseragaman kebijakan. Program bantuan yang seharusnya menunjang kebutuhan dasar anak didik, termasuk penyediaan makanan tambahan, masih sangat bergantung pada keputusan masing-masing lembaga penyelenggara.

Kondisi ini diakui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, yang menilai fleksibilitas kebijakan di tingkat lembaga berdampak pada belum optimalnya pelaksanaan sejumlah program pendukung PAUD.

Berita lainnya :  Abdul Sahid: Jalin Silaturahmi Hangat Dengan Mantan Bupati

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Parigi Moutong, Dahniar, menjelaskan bahwa untuk lembaga PAUD swasta, kebijakan penyediaan makanan tambahan sepenuhnya berada di tangan yayasan.

“Pada PAUD swasta, kebijakan terkait makanan tambahan umumnya ditentukan oleh yayasan masing-masing,” kata Dahniar kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa baik PAUD negeri maupun swasta memiliki peluang yang sama dalam memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), termasuk untuk mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Berita lainnya :  Tagana Parigi Moutong Padamkan Karhutla di Medan Ekstrem

“Penggunaan dana BOP untuk PMT diperbolehkan. Namun implementasinya tetap menyesuaikan kebijakan masing-masing lembaga,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat juga menggulirkan dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang tahun ini mulai menyasar jenjang PAUD. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berita lainnya :  Bapenda Parigi Moutong Bersih-Bersih Sambut Ramadhan 1447 Hijriah

Namun, efektivitas penyaluran bantuan sangat ditentukan oleh validitas data yang diinput ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dalam hal ini, peran operator sekolah menjadi kunci.

Dahniar menekankan pentingnya ketelitian dalam pendataan, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Keakuratan data sangat menentukan. Jika tidak tepat, maka bantuan berpotensi tidak tersalurkan secara maksimal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *