Example floating
Example floating
Example 970x250
Nasional

Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Cokelat, Kelapa, dan Durian

×

Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Cokelat, Kelapa, dan Durian

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto :Di tengah fokus nasional pada hilirisasi komoditas dan penguatan industri berbasis potensi lokal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menunjukkan langkah cepat dan strategis. (Dok. Prokopim Setda Parimo)
Example 728x90

Jakarta, Timursulawesi.id – Di tengah fokus nasional pada hilirisasi komoditas dan penguatan industri berbasis potensi lokal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menunjukkan langkah cepat dan strategis.

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase melakukan audiensi langsung dengan Wakil Menteri Investasi/Kepala BKPM Ir. Todotua Pasaribu, ST., di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, pada Jum’at 10 Oktober 2025.

Pertemuan ini membahas rencana besar pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah khususnya cokelat, kelapa, dan durian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Tak hanya itu, Bupati juga mempresentasikan rencana pembangunan kawasan industri terintegrasi berorientasi ekspor, yang menargetkan pasar Asia Tenggara hingga Timur Tengah.

Berita lainnya :  TNI-Polri Siap Tindak Tegas, Jaga Stabilitas Nasional

“Parigi Moutong tak ingin selamanya jadi penghasil bahan mentah. Kami ingin nilai tambah tinggal di daerah, petani sejahtera, dan industri tumbuh, untuk itu, kami hadir langsung untuk meminta dukungan penuh pemerintah pusat,” tegas Bupati.

Sebagai salah satu sentra kakao rakyat terbesar di Sulawesi Tengah, Parigi Moutong selama ini hanya mengekspor biji mentah tanpa proses lebih lanjut.

Komoditas kelapa dan durian unggulan juga menghadapi tantangan serupa. Padahal, durian Parigi dikenal memiliki cita rasa khas dan potensi besar di pasar internasional.

Bupati Erwin memaparkan bahwa kawasan industri yang direncanakan akan berkonsep hijau dan berbasis pertanian-peternakan, termasuk untuk mendukung program pengembangan susu segar dari sapi perah lokal.

Berita lainnya :  KI Sulteng Dorong Revisi Etik dan Pengawasan Independen

Kawasan tersebut akan ditunjang oleh infrastruktur strategis, seperti jalan nasional, pelabuhan, bandara regional, serta pasokan listrik dan air bersih.

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu, menyambut baik langkah Parigi Moutong dan menilai inisiatif ini sebagai bentuk konkret pemahaman pemerintah daerah terhadap arah pembangunan nasional.

“Ini bukan hanya soal industri besar. Ini soal membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan membangun ekosistem industri lokal yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor baik pusat, daerah, maupun swasta untuk mewujudkan kawasan industri yang bukan hanya kompetitif, tapi juga ramah lingkungan dan berpihak pada petani serta pelaku usaha kecil.

Berita lainnya :  DPRD Parigi Moutong Lobi DPR RI Percepat Pembangunan Infrastruktur Daerah

Audiensi ini menandai langkah nyata Parigi Moutong menuju model kawasan industri baru dari timur Indonesia, yang tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga mengutamakan keberlanjutan, ekspor, dan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab berharap dukungan Kementerian Investasi tidak hanya dalam regulasi dan perizinan, tetapi juga dalam menarik investor nasional dan asing untuk membangun industri hilir di Parigi Moutong.

“Dengan strategi ini, Parigi Moutong menempatkan diri sebagai salah satu lokomotif penggerak hilirisasi komoditas lokal dalam visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *