PALU, Timursulawesi.id – Upaya mempercepat eliminasi malaria di Kabupaten Parigi Moutong terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas tenaga laboratorium kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), guna memastikan kualitas diagnosis malaria semakin akurat dan sesuai standar.
Kegiatan yang berlangsung pada 8 hingga 13 Juni 2026 di Kota Palu tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Pelatihan diikuti tenaga laboratorium dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong.
Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia kesehatan, khususnya dalam bidang diagnostik penyakit menular yang masih menjadi perhatian pemerintah, termasuk malaria.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali peningkatan kemampuan teknis dalam melakukan pemeriksaan mikroskopis malaria secara tepat, akurat, dan sesuai standar laboratorium. Kompetensi tersebut dinilai sangat penting karena menjadi dasar dalam menentukan diagnosis yang benar sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang cepat dan tepat.
Selain mengasah kemampuan identifikasi parasit malaria melalui pemeriksaan sediaan darah, para peserta juga mendapatkan pembaruan informasi terkait perkembangan kebijakan nasional, standar pemeriksaan laboratorium terkini, serta tata laksana surveilans malaria yang mendukung target eliminasi penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong menegaskan bahwa kualitas pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam keberhasilan program pengendalian malaria. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga laboratorium harus terus dilakukan secara berkesinambungan.
Menurutnya, tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik merupakan salah satu garda terdepan dalam mendeteksi kasus malaria. Ketelitian dan ketepatan dalam membaca hasil pemeriksaan mikroskopis sangat menentukan langkah pengobatan sekaligus upaya pencegahan penyebaran penyakit di masyarakat.
Selama pelatihan berlangsung, peserta mengikuti kombinasi pembelajaran teori dan praktik yang dipandu instruktur berpengalaman dari Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Metode tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengenali berbagai spesies parasit malaria, termasuk tingkat kepadatan infeksi yang menjadi dasar penentuan tindakan medis.
Kabupaten Parigi Moutong sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program eliminasi malaria yang menjadi prioritas nasional. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penguatan sistem surveilans, peningkatan akses layanan diagnosis, pemberian pengobatan yang tepat, hingga edukasi masyarakat mengenai pencegahan penyakit malaria.
Melalui pelatihan ini, para tenaga laboratorium diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, kualitas pelayanan laboratorium kesehatan dapat terus meningkat dan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong dan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah juga menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat sistem kesehatan daerah yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap tantangan penyakit menular.
Peningkatan kapasitas tenaga laboratorium secara berkelanjutan diyakini akan memperkuat upaya deteksi dini dan diagnosis malaria secara efektif. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif, sekaligus mendukung target Indonesia bebas malaria pada masa mendatang.















