Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahEkonomi

Tugu Lalampa Toboli Diusulkan Jadi Ikon Budaya Parigi Utara

×

Tugu Lalampa Toboli Diusulkan Jadi Ikon Budaya Parigi Utara

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Upaya memperkuat identitas budaya dan kuliner khas daerah terus didorong Pemerintah Kecamatan Parigi Utara. Salah satunya melalui usulan pembangunan Tugu Lalampa di Desa Toboli. (Dok. Timursulawesi.id/Ma'in)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Upaya memperkuat identitas budaya dan kuliner khas daerah terus didorong Pemerintah Kecamatan Parigi Utara. Salah satunya melalui usulan pembangunan Tugu Lalampa di Desa Toboli yang diharapkan menjadi ikon budaya sekaligus penanda daerah yang selama ini dikenal sebagai sentra kuliner tradisional khas Parigi Moutong.

Usulan tersebut disampaikan Camat Parigi Utara, Muhtar, saat menghadiri Festival Kuliner Lalampa Toboli ke-9 Tahun 2026 yang digelar di Desa Toboli, Minggu (7/6/2026).

Muhtar mengungkapkan, gagasan pembangunan Tugu Lalampa sebenarnya bukan hal baru. Rencana tersebut telah beberapa kali dibahas sejak beberapa tahun lalu dan melibatkan berbagai elemen masyarakat setempat.

Berita lainnya :  Kajati Sulteng Terima Kunjungan Silaturahmi Kabinda

“Saya bahkan pernah diundang bersama tokoh-tokoh masyarakat untuk membahas pembangunan tugu tersebut,” ujar Muhtar.

Meski hingga kini belum terealisasi, ia mengaku tetap optimistis pembangunan monumen tersebut dapat diwujudkan di masa mendatang sebagai simbol identitas masyarakat Toboli dan Kecamatan Parigi Utara.

Menurutnya, keberadaan Tugu Lalampa nantinya tidak hanya menjadi landmark daerah, tetapi juga memperkuat citra Toboli sebagai wilayah yang memiliki kekayaan kuliner tradisional yang telah dikenal masyarakat luas.

Apalagi, posisi strategis Toboli yang berada di kawasan Segitiga Emas Parigi Moutong dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Muhtar juga menegaskan bahwa Festival Kuliner Lalampa bukan sekadar perayaan makanan tradisional. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Berita lainnya :  Seleksi Terbuka 19 Jabatan Tinggi Pratama Parigi Moutong Segera Dibuka

Menurutnya, Lalampa telah tumbuh menjadi salah satu ikon daerah yang harus terus dijaga dan dipromosikan sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Parigi Moutong.

“Melalui momentum ini, dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita dapat menjadikan Lalampa Toboli tidak hanya dikenal di Sulawesi Tengah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Muhtar juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan warisan budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Berita lainnya :  Ekspor 459 Ton Durian Sulteng Tembus Pasar China

Ia menilai Lalampa tidak hanya memiliki nilai sebagai kuliner tradisional, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai simbol kreativitas, inovasi, serta sumber penguatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia berharap Festival Kuliner Lalampa dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan berdampak luas bagi pertumbuhan UMKM, pengembangan sektor pariwisata, serta pelestarian budaya di Kecamatan Parigi Utara dan Kabupaten Parigi Moutong.

“Semoga festival ini semakin mempererat persatuan masyarakat, memperkuat identitas budaya daerah, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya,” ujarnya.

Total Views: 246

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *