Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahOlahraga

Dua Sprinter Cilik Ampibabo Siap Guncang Atletik Sulawesi Tengah

×

Dua Sprinter Cilik Ampibabo Siap Guncang Atletik Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Dari lintasan sederhana di Kecamatan Ampibabo, dua atlet muda kembali mencuri perhatian dunia olahraga pelajar Kabupaten Parigi Moutong. (Dok. Pribadi)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Dari lintasan sederhana di Kecamatan Ampibabo, dua atlet muda kembali mencuri perhatian dunia olahraga pelajar Kabupaten Parigi Moutong. Penampilan impresif mereka pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD tahun 2026 menjadi sinyal kebangkitan atletik usia dini yang selama ini terus dipupuk di wilayah tersebut.

Dua atlet muda yang sukses tampil tercepat dalam cabang atletik itu yakni ABIZAR, siswa SD Inpres 2 Paranggi, dan SAFWATUL INAYA, siswi SDN Inti Pembina Ampibabo. Keduanya kini dipersiapkan untuk menghadapi persaingan pada O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Tengah usai menunjukkan performa terbaik dalam kompetisi yang digelar Sabtu (23/05/2026).

Kepala Pelatih PASI Kabupaten Parigi Moutong, Supardin, S.Pd mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atletik usia dini di Kecamatan Ampibabo masih berjalan konsisten dan mampu melahirkan atlet potensial setiap tahunnya.

Berita lainnya :  Dinkes Parigi Moutong Perkuat Puskesmas Lawan Kusta dan Frambusia

Menurutnya, keberhasilan ABIZAR dan SAFWATUL INAYA bukan sekadar kemenangan di tingkat kabupaten, melainkan hasil dari proses latihan panjang yang dibangun melalui kolaborasi pelatih, guru olahraga, serta dukungan sekolah.

“Target kami tentu ingin menjadi juara di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan mengulang sukses tahun 2024 ketika atlet binaan Ampibabo mampu meraih prestasi nasional,” ujar Supardin.

Ia menjelaskan, pembinaan kedua atlet tersebut turut mendapat sentuhan langsung dari Sekretaris PASI Kabupaten Parigi Moutong, Saparudin, S.Pd, yang juga Guru Olahraga SDN Pembina Ampibabo serta mantan atlet jalan cepat Sulawesi Tengah pada ajang POPNAS 1991 di Surabaya.

Berbekal pengalaman panjang di dunia atletik, Saparudin disebut memiliki komitmen kuat mengembalikan kejayaan atletik Ampibabo sebagai daerah penghasil atlet berprestasi di Sulawesi Tengah.

Berita lainnya :  Wabup Parigi Moutong Tekankan Sinergi Tangani Kemiskinan Menuju Indonesia Maju 2045

“Pak Saparudin punya pengalaman dan dedikasi besar dalam membina atlet usia dini. Beliau ingin kembali membawa atlet Ampibabo menjadi juara tahun ini di tingkat provinsi,” tambahnya.

Supardin menilai, keberhasilan atlet-atlet muda Ampibabo selama ini juga lahir dari budaya olahraga yang telah tumbuh sejak lama. Kekompakan para guru olahraga dan pelatih di kecamatan tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga regenerasi atlet.

Stadion Mini Ampibabo pun disebut menjadi salah satu pusat pembinaan atlet yang konsisten melahirkan talenta berbakat hingga level nasional. Dari tempat itu, sejumlah atlet sukses mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan.

Salah satu yang paling dikenang ialah keberhasilan Noval Kurniawan yang meraih medali emas cabang lompat jauh pada PON Riau 2012. Prestasi tersebut kini menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda Ampibabo untuk mengikuti jejak para senior mereka.

Berita lainnya :  Kejati Sulteng Terima Tim Inspeksi, Tekankan Transparansi Keuangan

Dengan semangat pembinaan yang terus dijaga, PASI Parigi Moutong berharap lahir lebih banyak atlet potensial dari berbagai kecamatan di daerah tersebut. Supardin juga mendorong pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan dan KONI Parigi Moutong agar kembali mengaktifkan program olahraga masuk sekolah guna memperkuat pencarian bibit atlet sejak usia dini.

“Kalau pembinaan olahraga masuk sekolah kembali diaktifkan secara maksimal, saya yakin Parigi Moutong akan kembali melahirkan atlet-atlet hebat yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” pungkasnya.

Total Views: 3061

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *