Donggala, Timursulawesi.id – Upaya memperkuat tata kelola kelembagaan terus dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Donggala melalui rapat internal yang membahas sejumlah agenda strategis peningkatan kinerja, Senin (3/8/2026).
Rapat tersebut menjadi forum konsolidasi antarjajaran Bawaslu Donggala dalam mengevaluasi sekaligus menyusun langkah penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan agar berjalan lebih optimal, efektif, dan bertanggung jawab.
Ketua Bawaslu Donggala, Abdul Salim, menegaskan pentingnya menjaga komitmen bersama dalam membangun kedisiplinan serta tanggung jawab seluruh jajaran dalam menjalankan amanah kelembagaan.
“Komitmen terhadap kedisiplinan harus terus kita jaga. Dengan disiplin dan tanggung jawab, pelaksanaan tugas kelembagaan dapat berjalan secara optimal,” ujar Abdul Salim.
Dalam rapat tersebut, jajaran Bawaslu Donggala turut membahas tindak lanjut Surat Edaran Bawaslu RI terkait mekanisme Work From Home (WFH), termasuk penyesuaian pola kerja agar tetap produktif tanpa mengurangi kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas.
Selain itu, turut disosialisasikan program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu.
Anggota Bawaslu Donggala, Minhar, menyampaikan bahwa penguatan fasilitas kerja menjadi bagian penting dalam menunjang efektivitas pelaksanaan tugas pengawasan.
Ia juga menekankan perlunya tindak lanjut terhadap Surat Edaran Bawaslu RI mengenai penyusunan Dokumen Indikator Kinerja Utama (IKU), termasuk penetapan sasaran tugas dan fungsi pengawasan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Donggala, Rusli Guntur, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah memfokuskan penyusunan laporan pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik (PEKPPP) di lingkungan Bawaslu Tahun 2026.
Menurut Rusli, penyusunan dokumen tersebut memiliki peran strategis dalam mengukur kualitas pelayanan sekaligus menjadi instrumen evaluasi untuk mendorong peningkatan kinerja kelembagaan secara berkelanjutan.















