Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Di tengah situasi pascagempa yang masih menyelimuti kekhawatiran masyarakat, pelayanan kesehatan di BLUD RSUD Anuntaloko Parigi tetap berjalan tanpa hambatan. Dedikasi tenaga medis kembali terbukti ketika tim bedah rumah sakit berhasil melakukan operasi patah tulang belakang selama kurang lebih enam jam, hanya sehari setelah gempa terjadi.
Tindakan medis tersebut menjadi bukti komitmen tenaga kesehatan RSUD Anuntaloko Parigi dalam mengutamakan keselamatan pasien, meski harus bekerja dalam kondisi penuh kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Dokter Bedah RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Kevin Jonhatan, menjelaskan operasi yang dilakukan merupakan tindakan pemasangan pen (implant) sekaligus proses dekompresi untuk membebaskan saraf yang mengalami tekanan akibat cedera tulang belakang.
“Selama kurang lebih enam jam, kami melakukan operasi pemasangan pen sekaligus membebaskan saraf yang tertekan pada kasus patah tulang belakang,” ujar dr. Kevin.
Ia mengungkapkan, sebelum tindakan operasi dimulai, tim medis telah melakukan pembahasan terkait langkah darurat apabila terjadi gempa susulan dengan kekuatan besar saat proses pembedahan berlangsung.
“Kami sempat berdiskusi, bagaimana jika saat operasi berlangsung tiba-tiba terjadi gempa besar. Akhirnya kami sepakat, jika itu terjadi, harus ada dua orang yang tetap bertahan menjaga pasien di meja operasi, sementara anggota tim lainnya mencari bantuan dan memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman,” tuturnya.
Namun, kekhawatiran tersebut tidak sampai terjadi. Operasi berjalan lancar hingga selesai, dan pasien berhasil melewati seluruh rangkaian tindakan medis dalam kondisi aman.
Menurut dr. Kevin, pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana tenaga kesehatan tetap menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan, termasuk ketika berada dalam situasi yang memiliki risiko bencana.
Ia juga membagikan kisah tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh tenaga medis yang terus bekerja dengan mengedepankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
Melalui unggahannya, dr. Kevin turut menyampaikan pesan ringan kepada masyarakat dengan mengajak untuk melihat sisi lain dari kesiapsiagaan tim medis.
“Kalau melihat foto ini, menurut kalian kira-kira siapa dua orang yang akan tetap tinggal di ruang operasi saat gempa terjadi? Silakan simpulkan sendiri ya,” tulisnya disertai candaan.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata profesionalisme dan ketangguhan tim medis RSUD Anuntaloko Parigi dalam menghadapi kondisi darurat. Bagi para tenaga kesehatan, pelayanan dan keselamatan pasien tetap menjadi tanggung jawab utama yang harus dijaga dalam situasi apa pun.















