Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahLingkungan

Nurhayati Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Parigi Moutong Tidak Berpotensi Tsunami

×

Nurhayati Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Parigi Moutong Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Penegasan tersebut disampaikan Widyaiswara Ahli Utama BMKG, Dra. Nurhayati, M.Sc., dalam Zoom Meeting Penanganan Darurat Bencana yang berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong.
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) dipastikan tidak menimbulkan potensi tsunami.

Penegasan tersebut disampaikan Widyaiswara Ahli Utama BMKG, Dra. Nurhayati, M.Sc., dalam Zoom Meeting Penanganan Darurat Bencana yang berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam paparannya, Nurhayati mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan tanpa sumber yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

“Gempa yang terjadi hari ini bersumber di darat dan dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu yang merupakan sesar geser. Karena sumber gempa berada di daratan, maka tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.

Berita lainnya :  Warga Resah Tambang Ilegal, Bupati dan Kapolres Turun Tangan

Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait fenomena air laut surut yang dikaitkan dengan potensi tsunami. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pasang surut air laut yang terjadi secara alami.

“Jika ada informasi yang menyebut air laut surut secara cepat lalu dikaitkan dengan tsunami, masyarakat perlu memastikan kebenaran sumbernya. Kondisi saat ini merupakan pasang surut normal,” tegasnya.

Nurhayati menambahkan, gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Meski BMKG tidak dapat memprediksi waktu dan kekuatan pastinya, masyarakat diminta tetap tenang apabila merasakan getaran lanjutan.

“Gempa susulan adalah bagian dari proses pelepasan energi bumi setelah gempa utama. Itu hal yang normal,” ujarnya.

Berita lainnya :  Persigi Lolos Final, Berlian Tomoli Tersingkir Tanpa Gol

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa wilayah Sulawesi Tengah memiliki sejumlah sesar aktif yang dapat memicu gempa bumi, di antaranya Sesar Tokararu yang diduga berperan dalam gempa 17 Agustus 2025, serta Sesar Sausu yang saat ini dikaitkan dengan gempa magnitudo 6,7 di Parigi Moutong.

Selain itu, terdapat Sesar Palolo Segmen A yang lokasinya berdekatan dan juga berpotensi berdampak pada wilayah Parigi dan sekitarnya apabila mengalami aktivitas signifikan.

Menanggapi kemungkinan keterkaitan antar sesar, Nurhayati menyebut hal tersebut secara ilmiah bisa saja terjadi, terutama jika lokasi sesar berdekatan. Namun, diperlukan kajian ilmiah yang lebih mendalam untuk memastikan hubungan langsung antaraktivitas tersebut.

“Tidak bisa serta-merta disimpulkan bahwa satu sesar memicu sesar lainnya. Diperlukan analisis komprehensif,” tegasnya.

Berita lainnya :  Perencanaan Pembangunan 2027 Parigi Moutong Mulai Dimatangkan

Ia juga menjelaskan bahwa gempa besar umumnya memiliki periode ulang yang panjang untuk kembali terjadi dengan kekuatan serupa. Dalam ilmu kebumian, hal ini dikenal sebagai periode ulang gempa.

Sebagai contoh, gempa besar di Palu pada 2018 diperkirakan memiliki periode ulang sekitar 100 tahun untuk kembali mencapai magnitudo yang setara.

“Gempa besar membutuhkan waktu panjang untuk kembali mengakumulasi energi, sehingga tidak bisa diasumsikan akan segera terulang dalam waktu dekat,” pungkasnya.

BMKG kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi, serta selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG dan instansi pemerintah terkait.

Total Views: 302

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *