Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahEkonomi

PT AKA Rancang Kawasan Durian Raksasa di Parigi Moutong dan Libatkan Masyarakat

×

PT AKA Rancang Kawasan Durian Raksasa di Parigi Moutong dan Libatkan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : PT Agro Karya Anugerah (PT AKA) menyiapkan investasi perkebunan durian modern skala besar dengan target pengembangan lahan lebih dari 2.000 hektare. (Dok. Timursulawesi.id/Ma'in)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Harapan lahirnya pusat ekonomi baru berbasis perkebunan mulai tumbuh di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong. PT Agro Karya Anugerah (PT AKA) menyiapkan investasi perkebunan durian modern skala besar dengan target pengembangan lahan lebih dari 2.000 hektare, yang diyakini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Rencana besar tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi sektor perkebunan yang digelar PT AKA di Kecamatan Kasimbar belum lama ini. Kegiatan itu dihadiri pula Bupati Parigi Moutong, jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemilik lahan, serta warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, perusahaan memaparkan konsep pengembangan perkebunan durian modern yang diproyeksikan menjadi salah satu kawasan perkebunan unggulan di Kabupaten Parigi Moutong.

Berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Siapkan Strategi Jelang Penilaian Adipura 2025

Direktur PT Agro Karya Anugerah, Zulfinachri Acmad, saat ditemui wartawan di Desa Posona, Kecamatan Kasimbar, beberapa hari lalu, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini tengah mempersiapkan pembangunan perkebunan durian skala besar dengan luas areal yang ditargetkan mencapai lebih dari 2.000 hektare.

“Peruntukannya adalah untuk membangun perkebunan durian skala besar. Harapan kami akan terbuka areal perkebunan seluas kurang lebih dua ribuan hektare, minimal, di wilayah Kecamatan Kasimbar,” ujarnya.

Menurut Zulfinachri, hasil kajian lapangan menunjukkan bahwa luas lahan di Desa Posona belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kawasan perkebunan yang direncanakan. Karena itu, perusahaan akan melibatkan beberapa desa lain di Kecamatan Kasimbar guna memenuhi target luasan areal yang dibutuhkan.

“Awalnya kami berpikir Posona mencukupi untuk areal tersebut, ternyata tidak. Karena itu kami harus menggandeng beberapa desa agar kebutuhan lahan yang direncanakan dapat terpenuhi,” jelasnya.

Berita lainnya :  Layanan Kesehatan Gratis Semarakkan Peringatan HKN Parigi Moutong

Ia menegaskan bahwa investasi yang akan dijalankan tidak dilakukan melalui pembebasan lahan. PT AKA tetap menghormati hak kepemilikan masyarakat dengan skema pengelolaan yang mengacu pada ketentuan Hak Guna Usaha (HGU).

“Masyarakat tetap pemilik tanah. Kami tidak membebaskan tanah itu. Perusahaan hanya bermohon HGU atas lokasi tersebut sehingga masyarakat tetap menjadi pemilik tanah,” tegas Zulfinachri.

Selain mempertahankan hak kepemilikan lahan masyarakat, perusahaan juga memastikan adanya manfaat ekonomi yang akan diterima pemilik lahan melalui pola kemitraan yang akan dirumuskan dan disepakati bersama.

“Masyarakat akan menerima manfaat keuangan dari hasil panen. Besaran dan mekanismenya akan kita diskusikan lebih lanjut, tetapi yang pasti masyarakat akan mendapatkan manfaat dari investasi ini,” katanya.

Berita lainnya :  Bupati Tak Tahu, Titik WPR Bertambah Jadi 53 Lokasi

Tak hanya berdampak pada masyarakat pemilik lahan, investasi perkebunan durian tersebut juga diperkirakan memberikan efek berganda bagi perekonomian desa dan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Desa akan memperoleh PADes, sementara pemerintah daerah juga akan mendapatkan tambahan PAD dari sektor perkebunan ini,” tambahnya.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong serta keterlibatan aktif masyarakat, pengembangan perkebunan durian skala besar ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Kasimbar. Selain membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga, program tersebut juga berpotensi mengantarkan Kasimbar menjadi salah satu sentra durian unggulan di Sulawesi Tengah pada masa mendatang.

Total Views: 208

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *