Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPendidikan

Kunjungan Perdana Bupati Erwin Burase Ubah Wajah Bainaa Barat

×

Kunjungan Perdana Bupati Erwin Burase Ubah Wajah Bainaa Barat

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Untuk pertama kalinya sejak Kabupaten Parigi Moutong berdiri pada 2002, seorang kepala daerah hadir langsung menjejakkan kaki di wilayah terpencil tersebut, membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari pembangunan. (Dok. Diskominfo Parigi Moutong)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Sejarah baru tercatat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kamis (30/4/2026). Untuk pertama kalinya sejak Kabupaten Parigi Moutong berdiri pada 2002, seorang kepala daerah hadir langsung menjejakkan kaki di wilayah terpencil tersebut, membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari pembangunan.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melakukan kunjungan kerja maraton dengan meninjau langsung kondisi fasilitas pendidikan dan infrastruktur vital yang selama puluhan tahun nyaris luput dari perhatian pemerintah.

Kunjungan diawali di SD Terpencil Bainaa Barat. Kondisi sekolah memprihatinkan: hanya dua ruang kelas digunakan oleh sekitar 70 siswa. Dinding dan lantai bangunan terbuat dari papan kayu yang telah lapuk, jauh dari standar kelayakan proses belajar mengajar.

Berita lainnya :  Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Simbol Pengentasan Kemiskinan

Melihat situasi tersebut, Bupati Erwin Burase langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengambil langkah cepat dan terukur. Ia memerintahkan rehabilitasi total bangunan sekolah, pengadaan mobiler baru seperti meja dan kursi, serta pemasangan listrik dan jaringan internet mengingat infrastruktur dasar sudah tersedia. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan segera diimplementasikan, disertai perbaikan akses jalan menuju sekolah.

Tak berhenti di sektor pendidikan, Bupati juga meninjau pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III. Proyek yang dikerjakan oleh TNI tersebut telah mencapai progres 20 persen. Kehadiran jembatan ini sangat vital, mengingat selama ini para siswa harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai untuk bersekolah.

Berita lainnya :  Polres Parigi Moutong Bongkar Sindikat Curanmor, Sita Sembilan Motor

Ancaman abrasi sungai turut menjadi perhatian serius. Sedikitnya 10 kepala keluarga berada dalam kondisi rawan setelah rumah mereka tergerus aliran sungai. Untuk itu, Bupati menginstruksikan pembangunan bronjong sebagai upaya perlindungan darurat bagi pemukiman warga.

Di sela kunjungannya, H. Erwin Burase menegaskan komitmennya dalam menghapus kesenjangan pembangunan di wilayah terpencil.

“Saya sangat prihatin melihat anak-anak kita belajar di ruang kelas yang sudah tidak layak. Pendidikan adalah hak setiap anak Parigi Moutong tanpa terkecuali. Tidak boleh ada perbedaan antara kota dan desa terpencil,” tegasnya.

Berita lainnya :  PJS Audiensi dengan Wagub Sulteng: Siap Jadi Mitra Strategis Bangun Daerah Lewat Pers Profesional

Ia juga memastikan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk penyelesaian Jembatan Garuda dan perbaikan jembatan di dekat kantor desa, guna menjamin keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar.

Kehadiran Bupati disambut haru oleh warga. Kepala desa dan tokoh masyarakat mengungkapkan rasa syukur, mengingat selama 24 tahun kabupaten berdiri, baru kali ini seorang bupati datang langsung melihat kondisi mereka di pelosok.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, Camat Tinombo Muamar, Kepala Desa Bainaa Barat, serta sejumlah pejabat OPD terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *