Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Pelaksanaan Festival Teluk Tomini (FTT) 2026 dipastikan berjalan tanpa keterlibatan langsung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong. Meski demikian, partisipasi pelaku seni lokal tetap berlangsung melalui koordinasi dinas terkait.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parigi Moutong, Ninong Pandake, menjelaskan bahwa absennya Disdikbud dalam festival tahun ini disebabkan perbedaan jadwal penganggaran dan kebijakan pelaksanaan antarorganisasi perangkat daerah.
“Secara penganggaran, kegiatan festival kebudayaan kami dijadwalkan pada triwulan keempat. Sementara pelaksanaan FTT tidak berada dalam periode tersebut, sehingga kami tidak bisa bergabung seperti tahun sebelumnya,” jelas Ninong, Senin (20/04/2026).
Ia mengungkapkan, pada 2025 lalu Disdikbud sempat berkolaborasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) karena kesesuaian waktu dan anggaran. Namun, situasi tersebut tidak terjadi pada tahun ini.
“Di tahun 2025 kebetulan waktunya bersamaan, sehingga bisa dilaksanakan bersama. Untuk tahun ini, masing-masing dinas menjalankan programnya sendiri,” ujarnya.
Selain persoalan waktu dan anggaran, Ninong menambahkan bahwa FTT 2026 tidak masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN), melainkan hanya berstatus sebagai festival daerah. Hal ini turut memengaruhi pola koordinasi lintas dinas.
“Karena tidak masuk dalam KEN, maka mekanisme koordinasi lintas dinas juga berbeda. Itu menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini,” katanya.
Kendati tidak terlibat langsung dalam FTT, Disdikbud tetap melaksanakan program pengembangan kebudayaan melalui festival daerah Gampiri yang telah dirancang mandiri untuk periode 2024 hingga 2026.
“Kami tetap fokus pada pelaksanaan festival budaya daerah yang sudah direncanakan dan dianggarkan secara khusus,” tambahnya.
Terkait keterlibatan pelaku seni dalam FTT 2026, Ninong menegaskan bahwa Disporapar mengambil peran utama dalam mengoordinasikan sanggar-sanggar seni.
“Untuk penampilan seni di panggung FTT, Dinas Pariwisata langsung berkoordinasi dengan sanggar-sanggar, tidak melalui Disdikbud,” tegasnya.
Dengan demikian, Festival Teluk Tomini 2026 tetap menghadirkan kekayaan seni lokal, meski tanpa keterlibatan langsung dari Disdikbud. Upaya pelestarian dan pengembangan budaya daerah pun tetap berjalan melalui program masing-masing dinas.















