Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Isu kekurangan tenaga kesehatan dan minimnya sistem keamanan di Puskesmas Ongka Malino mencuat dalam rapat paripurna penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK di DPRD Kabupaten Parigi Moutong. Sorotan tajam datang dari Anggota DPRD Fraksi Perindo, Wayan Murtama.
Dalam forum resmi tersebut, Wayan mengungkapkan keresahan para perawat yang bertugas di Kecamatan Ongka Malino. Ia menyebut, jumlah tenaga medis yang ada saat ini tidak sebanding dengan beban kerja dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
“Pertama, mereka menginginkan penambahan perawat. Jumlah tenaga yang ada tidak sebanding dengan beban kerja dan kebutuhan pelayanan. Bahkan dalam kondisi pasien emergency, sering kali mereka kewalahan,” tegasnya di hadapan pimpinan sidang dan Bupati.
Menurutnya, kondisi di Puskesmas Ongka Malino sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Kekurangan tenaga medis dinilai berpotensi mengganggu optimalisasi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Situasi semakin memprihatinkan setelah terjadi insiden pemukulan terhadap tenaga medis beberapa waktu lalu. Kasus itu kini telah ditangani pihak kepolisian, namun meninggalkan trauma dan rasa takut bagi para perawat.
“Teman-teman perawat di sana merasa ketakutan. Mereka butuh jaminan keamanan agar bisa bekerja dengan tenang,” ujar Wayan.
Selain mendesak penambahan tenaga medis, ia juga menyoroti minimnya sistem keamanan di lingkungan puskesmas. Hingga kini, fasilitas tersebut belum dilengkapi petugas keamanan (satpam). Bahkan, area puskesmas disebut belum memiliki pagar pembatas sehingga dinilai rawan.
“Lingkungan puskesmas itu belum dipagar. Petugas sampai takut untuk beristirahat atau tidur di sana karena merasa tidak aman,” tambahnya.
Melalui rapat paripurna itu, Wayan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari penambahan tenaga perawat, penyediaan satpam, hingga peningkatan sarana pengamanan fasilitas kesehatan.
Ia menegaskan, keselamatan dan kenyamanan tenaga kesehatan merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Tanpa rasa aman, kualitas layanan kepada masyarakat berpotensi terganggu.
“Harapan kami, ini menjadi perhatian serius agar pelayanan kesehatan di Ongka Malino tetap berjalan maksimal dan tenaga medis bisa bekerja tanpa rasa takut,” pungkasnya.















