Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahNasional

Parigi Moutong Perjuangkan Transformasi Kawasan Transmigrasi Nasional

×

Parigi Moutong Perjuangkan Transformasi Kawasan Transmigrasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat memperjuangkan pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. (Dok. Diskominfo Parimo)
Example 728x90

Jakarta, Timursulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat memperjuangkan pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dipimpin Bupati Erwin Burase, jajaran Pemkab Parigi Moutong melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Transmigrasi RI di Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).

Rombongan Pemkab Parigi Moutong yang turut dihadiri Wakil Bupati Abdul Sahid, Sekretaris Daerah Zulfinasran, Asisten Perekonomian Aswini Dimpel, Tenaga Ahli Zulfinahri, serta sejumlah pimpinan OPD, diterima langsung oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman di Ruang Rapat Menteri, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Erwin Burase memaparkan sejarah panjang program transmigrasi di daerahnya. Ia menjelaskan, program transmigrasi di Parigi Moutong telah dimulai sejak 1962, ditandai dengan kedatangan 52 KK (248 jiwa) asal Bali di Satuan Pemukiman (SP) Nambaru, Desa Sumber Sari, Kecamatan Parigi Selatan.

Program tersebut berlanjut pada 1967 dan 1968 dengan kedatangan 295 KK (1.453 jiwa) dari Bali dan Jawa di SP Torue dan SP Tolai. Pada tahun-tahun berikutnya, transmigran juga datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, DIY, Bali, NTB, serta melalui program APPDT, swakarsa, pengungsi Poso, TPS dan TMS.

Berita lainnya :  Gubernur Resmikan Packing House Durian Terbesar Dorong Hilirisasi Sulteng

Menurut Bupati, kawasan transmigrasi telah menjadi pilar penting pembangunan daerah, terutama dalam mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, misalnya, memiliki potensi komoditas unggulan yang signifikan.

Produksi durian mencapai 903,9 ton per tahun, padi 3.742 ton per tahun, kelapa 8.975 ton per tahun, dan kakao 2.437 ton per tahun. Sementara itu, sektor perikanan tangkap menghasilkan 8.134 ton per tahun dan perikanan budidaya 2.759 ton per tahun.

Potensi agro-maritim tersebut dinilai sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun demikian, Bupati juga memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi daerah.

Tingkat kemiskinan di Parigi Moutong tercatat mencapai 117.432 jiwa. Selain itu, dari total 330,61 kilometer jalan kawasan, sepanjang 192,75 kilometer dalam kondisi rusak. Enam daerah irigasi dengan luas 1.008 hektare juga mengalami kerusakan. Di sisi lain, akses permodalan masih terbatas, termasuk minimnya dukungan teknologi peralatan perikanan dan pengolahan hasil pertanian.

Berita lainnya :  Durian Parigi Moutong Tembus Pasar Tiongkok: Awal Baru Menuju Sentra Ekspor Nasional

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Dalam audiensi tersebut, Pemda Parigi Moutong mengusulkan sejumlah program strategis, di antaranya pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi melalui pembangunan RTJK sisa daya tampung, jalan lingkungan kawasan, tanggul abrasi pantai, serta drainase tipe 70.

Selain itu, diusulkan pula pengembangan ekonomi kawasan dan pemberdayaan transmigrasi, seperti pengembangan lahan usaha kapal tangkap dan bagan apung, pembangunan sentral pelelangan ikan, pengembangan wisata bahari transmigrasi, serta penguatan koperasi nelayan Merah Putih.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman merespons positif berbagai usulan tersebut dan menyampaikan bahwa seluruh proposal akan dipelajari serta dibahas lebih lanjut di tingkat kementerian.

Berita lainnya :  Perkuat Kinerja Daerah, OPD Parigi Ikuti Diseminasi IKK

Ia juga mengarahkan agar pemerintah daerah membangun kepercayaan dengan pemerintah pusat melalui fokus pada program pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

“Fokus Kementerian Transmigrasi adalah peningkatan produktivitas masyarakat dengan membuka lapangan kerja melalui pembangunan ekosistem ekonomi, seperti pengembangan desa modern,” ungkapnya.

Selain itu, Menteri mengungkapkan adanya calon investor asal Tiongkok yang berminat menanam komoditas kelapa dengan kebutuhan lahan sekitar 2.000 hektare. Pemerintah daerah diminta memfasilitasi kesiapan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Audiensi ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan pemerintah pusat guna mendorong transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif, modern, dan berkelanjutan. Pemkab Parigi Moutong pun menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, serta kolaborasi investasi demi percepatan pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Total Views: 16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *