Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Pemerintah Daerah dan Polres Parigi Moutong menyatakan komitmen kuat untuk menindaklanjuti keresahan warga terkait maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Sikap ini disampaikan langsung oleh Bupati Erwin Burase dan Kapolres AKBP Hendrawan A.N. saat menerima perwakilan massa aksi damai di Kantor Bupati, pada Senin, 8 September 2025.
Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Peduli Keadilan Parigi Moutong ini dimulai pukul 15.00 WITA dan diikuti puluhan warga yang menyuarakan kekhawatiran atas dampak sosial dan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal yang semakin meresahkan.
Berbeda dengan banyak unjuk rasa lainnya, aksi ini disambut secara terbuka oleh jajaran pemerintah dan kepolisian. Dialog berlangsung dalam suasana tertib, terbuka, dan penuh kekeluargaan.
“Kami hadir bukan untuk menjadi lawan masyarakat, melainkan mitra,” tegas Kapolres Hendrawan di hadapan peserta aksi.
Bupati Erwin Burase juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap damai massa dan menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami mendengar langsung keresahan masyarakat. Ini akan kami evaluasi dan tindak lanjuti bersama,” ujar Bupati.
Pertemuan ini turut dihadiri Wakil Bupati, Waka Polres, pejabat daerah lainnya, dan perwakilan massa aksi. Momen tersebut menjadi contoh nyata sinergi dan pendekatan humanis antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menyikapi persoalan krusial.
Dengan dibukanya ruang dialog, aksi damai ini membuktikan bahwa penyampaian aspirasi secara terbuka dapat menjadi jembatan menuju solusi konkret. Pemerintah dan aparat pun menunjukkan kesiapannya untuk bertindak atas persoalan tambang ilegal yang menjadi keresahan utama masyarakat.















