Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatan

RSUD Anuntaloko Integrasikan Ruang Damar Dengan Layanan NICU

×

RSUD Anuntaloko Integrasikan Ruang Damar Dengan Layanan NICU

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : RSUD Anuntaloko Parigi terus melakukan pembenahan layanan kesehatan ibu dan bayi melalui penguatan fasilitas serta sistem pelayanan yang lebih terintegrasi. (Dok. Pribadi)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – RSUD Anuntaloko Parigi terus melakukan pembenahan layanan kesehatan ibu dan bayi melalui penguatan fasilitas serta sistem pelayanan yang lebih terintegrasi. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan yakni menghubungkan Gedung Ruang Damar dengan ruang perawatan intensif bayi atau Neonatal Intensive Care Unit (NICU) guna mempercepat penanganan pasien secara aman dan efektif.

Rencana pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen rumah sakit dalam menata pelayanan persalinan agar ibu dan bayi yang membutuhkan penanganan khusus dapat memperoleh layanan dalam satu sistem yang lebih terpadu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan konektivitas antara Ruang Damar dan NICU merupakan kebutuhan penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Berita lainnya :  Labkesmas dan Puskesmas Torue Dibangun, Pelayanan Ditingkatkan

“Kami berharap dengan terhubungnya Ruang Damar dan NICU, proses pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir dapat berjalan lebih maksimal, cepat, dan terintegrasi,” ujar Irwan, Jumat (26/6/2026).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, manajemen rumah sakit akan membangun tangga sebagai akses tambahan menuju lantai dua Gedung Ruang Damar. Fasilitas ini dinilai penting untuk mendukung aspek keselamatan dan kemudahan mobilisasi tenaga kesehatan maupun pasien.

Irwan menjelaskan, gedung yang dibangun sejak tahun 2022 tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena akses menuju lantai dua saat ini hanya menggunakan lift dan belum memiliki tangga alternatif.

“Tenaga kesehatan masih mempertimbangkan aspek keselamatan karena belum tersedia akses tangga alternatif. Oleh sebab itu, pembangunan tangga menjadi prioritas agar gedung ini bisa segera difungsikan,” jelasnya.

Berita lainnya :  DPKP Parigi Moutong, Hanya Memprioritaskan BRS Sembilan Kawasan Kumuh Akibat Minimnya Anggaran

Ia mengungkapkan, pembangunan fasilitas tangga tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp100 juta. Menurutnya, investasi tersebut lebih bermanfaat dibandingkan membiarkan fasilitas gedung yang telah tersedia belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Daripada gedung yang sudah dibangun tidak digunakan, lebih baik kita menyiapkan sarana pendukungnya sehingga fasilitas ini dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Irwan menjelaskan, NICU merupakan ruang perawatan intensif yang diperuntukkan bagi bayi usia 0 hingga 28 hari yang membutuhkan penanganan khusus, seperti bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, maupun bayi dengan kondisi medis tertentu yang memerlukan pengawasan intensif.

Dengan terintegrasinya Ruang Damar dan NICU, proses penanganan ibu melahirkan serta bayi yang membutuhkan perawatan khusus diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan efisien.

Berita lainnya :  Normalisasi Sungai Dampak PETI Dikritik, Warga Desak Penegakan Hukum

Diketahui, Gedung Ruang Damar memiliki sembilan ruangan, terdiri dari empat ruangan di lantai satu dan lima ruangan di lantai dua. Seluruh fasilitas tersebut ditargetkan segera difungsikan setelah pembangunan akses pendukung dan konektivitas dengan ruang NICU selesai dilakukan.

“Kami optimistis setelah seluruh fasilitas pendukung tersedia, Gedung Ruang Damar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di RSUD Anuntaloko Parigi,” pungkas Irwan.

Melalui pengembangan fasilitas tersebut, RSUD Anuntaloko Parigi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam memberikan layanan persalinan dan perawatan bayi yang aman, cepat, serta berorientasi pada keselamatan pasien.

Total Views: 49

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *