Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahEkonomi

Hilirisasi Kelapa Morowali Buka Peluang Baru Petani Sulteng

×

Hilirisasi Kelapa Morowali Buka Peluang Baru Petani Sulteng

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Kehadiran industri pengolahan kelapa di kawasan Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Morowali mulai memberi arah baru bagi pengembangan komoditas kelapa di Sulawesi Tengah. (Dok. Pribadi)
Example 728x90

MOROWALI, Timursulawesi.id — Kehadiran industri pengolahan kelapa di kawasan Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Morowali mulai memberi arah baru bagi pengembangan komoditas kelapa di Sulawesi Tengah. Industri tersebut membuka peluang agar hasil perkebunan petani tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah, tetapi masuk ke rantai produksi dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Peluang itu terlihat dari operasional PT Freenow Food Industry di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri hilir di kawasan Morowali.

Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, bersama Senator DPD RI asal Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., Senin (28/9/2026), melihat langsung aktivitas perusahaan tersebut.

Menurut Delis, keberadaan industri pengolahan kelapa berskala besar memiliki arti penting bagi daerah-daerah penghasil kelapa, termasuk Morowali Utara. Hilirisasi dinilai dapat membuka pasar yang lebih luas sekaligus mendorong peningkatan nilai jual kelapa di tingkat petani.

Berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Gandeng UNG Cetak SDM Unggul Masa Depan

“Ya, kita bersyukur dengan hadirnya hilirisasi kelapa yang ada di kawasan Huabao. Ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa dan juga bisa meningkatkan harga kelapa di tingkat petani,” kata Delis.

Ia menyebut manfaat keberadaan industri tersebut berpotensi tidak hanya dirasakan petani di Kabupaten Morowali, tetapi juga menjangkau sentra produksi kelapa di Morowali Utara dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah.

“Terutama para petani kelapa yang ada di Kabupaten Morowali, Morowali Utara dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

PT Freenow Food Industry merupakan bagian dari Zhejiang FreeNow Food Co., Ltd. yang berada dalam ekosistem Zhenshi Holding Group, perusahaan asal China yang mengembangkan bisnis berbasis kelapa secara terintegrasi.

Perusahaan tersebut mengolah berbagai produk berbahan baku kelapa, mulai dari santan, air kelapa, minuman kelapa, coconut cream, hingga produk berbasis kelapa untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. FreeNow menyebut bahan bakunya berasal dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Berita lainnya :  Musrenbang 2027 Parimo Fokus SDM Pertanian dan Infrastruktur

Di Morowali, PT Freenow Food Industry resmi beroperasi sejak 7 September 2026. Fasilitas industri yang berdiri di atas lahan sekitar 7,37 hektare itu disebut memiliki kapasitas pengolahan setara ratusan juta butir kelapa per tahun.

Tidak hanya menyerap bahan baku, skala operasional pabrik tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Pengelola kawasan menyebut perusahaan membuka peluang hampir 1.000 lapangan kerja langsung pada tahap operasional.

Besarnya kebutuhan bahan baku membuat ketersediaan kelapa menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan industri. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang terbentuknya rantai pasok yang lebih terorganisasi antara perusahaan pengolahan dan petani.

Bagi Morowali Utara, peluang tersebut dinilai relevan karena sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu sektor penting dalam struktur ekonomi daerah berdasarkan data BPS.

Berita lainnya :  Operasi Pekat Tinombala I 2026, Polres Parigi Moutong Musnakan Ratusan Liter Miras

Masuknya industri hilir kelapa di kawasan industri Morowali pun berpotensi menjadi pasar baru bagi produksi kelapa dari wilayah sekitar, termasuk Morowali Utara. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan tata kelola rantai pasok, pemenuhan standar kualitas bahan baku, serta pola kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi petani.

Delis berharap keberadaan industri tersebut tidak hanya menghasilkan aktivitas produksi di kawasan industri, tetapi juga mampu menghadirkan dampak ekonomi yang dirasakan hingga ke tingkat masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana hilirisasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani kelapa,” kata Delis.

Hilirisasi kelapa pada akhirnya bukan sekadar memindahkan proses pengolahan bahan baku ke kawasan industri. Lebih dari itu, keberadaan industri diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pasar, menciptakan nilai tambah, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa sejak dari kebun hingga menjadi produk industri.

Total Views: 146

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *