Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatan

IAI Parimo Soroti Keamanan Obat dan Kekurangan Tenaga Apoteker

×

IAI Parimo Soroti Keamanan Obat dan Kekurangan Tenaga Apoteker

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Penggunaan obat secara tepat dan aman menjadi perhatian Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Parigi Moutong dalam memperingati World Pharmacists Day 2026. (Dok. Itha)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Penggunaan obat secara tepat dan aman menjadi perhatian Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Parigi Moutong dalam memperingati World Pharmacists Day 2026. Edukasi tersebut terutama diarahkan kepada masyarakat lanjut usia (lansia) yang dinilai membutuhkan informasi yang benar terkait penggunaan obat.

Kegiatan yang mengusung tema “Apoteker Hadir untuk Masyarakat, Obat Aman dan Masyarakat Sehat” itu berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (26/9/2026).

Selain menjadi momentum peringatan World Pharmacists Day, kegiatan tersebut diisi dengan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penggunaan obat bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia.

Ketua IAI Kabupaten Parigi Moutong, Apt. Muhammad Basuki, M.H., mengatakan lansia dipilih sebagai salah satu sasaran kegiatan karena kelompok tersebut perlu mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai penggunaan obat yang tepat.

Menurut Basuki, masyarakat tidak seharusnya hanya mengandalkan pengalaman pribadi atau informasi dari orang lain ketika menggunakan obat. Pemahaman mengenai aturan pakai, indikasi, hingga keamanan obat perlu diperoleh dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Target kita dalam pemeriksaan kali ini adalah lansia. Kita ingin memberikan informasi mengenai penggunaan obat yang benar, sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan pengalaman atau informasi dari orang lain,”kata Basuki dalam sambutannya.

Berita lainnya :  Kejaksaan Gelar Seminar Penegakan Hukum Berbasis Aset Negara

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli maupun mengonsumsi obat secara sembarangan. Obat, kata dia, sebaiknya diperoleh melalui sarana pelayanan kesehatan resmi, seperti apotek, puskesmas, dan rumah sakit.

Basuki bahkan meminta masyarakat mewaspadai pihak yang menawarkan obat dengan cara mendatangi rumah ke rumah tanpa pendampingan tenaga kesehatan.

“Kalau ada yang membawa obat dari rumah ke rumah dan bukan tenaga kesehatan, masyarakat harus waspada,” ujarnya.

Ia mencontohkan masih adanya kebiasaan masyarakat menggunakan obat tanpa memahami aturan penggunaan maupun indikasinya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan antibiotik secara tidak tepat.

Basuki mencontohkan seseorang yang mengalami sakit gigi kemudian membeli antibiotik, seperti ampicillin, hanya satu tablet. Menurutnya, pola penggunaan obat seperti itu merupakan tindakan yang keliru dan perlu diluruskan melalui edukasi kepada masyarakat.

“Kalau ada orang sakit gigi, kemudian hanya membeli ampicillin satu biji, itu sebenarnya keliru. Penggunaan obat harus diperhatikan dengan baik,” katanya.

Berita lainnya :  Kapolda Pimpin Sertijab Pejabat Polda Sulawesi Tengah

Tak hanya obat modern, Basuki juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap klaim khasiat obat tradisional maupun produk kesehatan yang digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Masyarakat diminta memastikan keamanan serta cara penggunaan suatu produk sebelum mengonsumsinya secara rutin, terlebih jika terdapat klaim manfaat tertentu yang belum dipahami secara benar.

Di sisi lain, Basuki turut mengungkapkan kondisi ketersediaan tenaga apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan Kabupaten Parigi Moutong. Dari total 24 puskesmas, masih terdapat 10 puskesmas yang belum terisi tenaga apoteker atau masih bergantung pada tenaga dengan status kontrak.

Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya ketika terdapat kebijakan pengangkatan aparatur sipil negara (ASN).

“Di 24 puskesmas masih ada 10 yang belum terisi tenaga apoteker atau masih berstatus kontrak. Kami berharap apabila ada pengangkatan PNS, kebutuhan tenaga apoteker ini dapat dipertimbangkan,” ujarnya.

Menurut Basuki, keberadaan apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran strategis, bukan hanya dalam penyediaan obat, tetapi juga memberikan informasi dan memastikan masyarakat memperoleh serta menggunakan obat secara tepat.

Berita lainnya :  Program Berani Berdering 2026 Perkuat Internet Desa Terpencil Sulteng

Hal itu dinilai semakin penting mengingat Kabupaten Parigi Moutong memiliki cakupan wilayah yang luas sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian, harus mendapat perhatian.

Basuki menegaskan peringatan World Pharmacists Day tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat kembali peran apoteker dalam mendukung kesehatan masyarakat.

“Apoteker tidak hanya berbicara tentang obat, tetapi juga memastikan apakah obat dikonsumsi secara aman dan tepat,”katanya.

Ia pun mengajak seluruh anggota IAI Kabupaten Parigi Moutong untuk menjaga integritas profesi, memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya, serta meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Apoteker harus hadir bukan hanya sebagai penyedia obat, tetapi sebagai tenaga kesehatan yang memberikan solusi, pendampingan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Basuki mengajak masyarakat semakin berhati-hati dalam memperoleh dan menggunakan obat serta membiasakan diri berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat tertentu.

“Selamat World Pharmacists Day 2026 bagi para apoteker di Parigi Moutong. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Total Views: 961

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *