PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Menjelang pelaksanaan Training of Trainer (TOT) Himpunan Pemuda Alkhairaat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, jajaran Pemuda Alkhairaat Kabupaten Parigi Moutong memperkuat konsolidasi melalui pertemuan penuh keakraban. Suasana santai dengan konsep lesehan, berbincang dan ngopi bersama menjadi ruang mempererat hubungan antar generasi sekaligus membangun semangat perjuangan organisasi.
Pertemuan tersebut berlangsung di salah satu cafe wilayah Kota Parigi, Kamis (10/9/2026), dengan dihadiri sejumlah tokoh dan kader Pemuda Alkhairaat Kabupaten Parigi Moutong
Beberapa tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Isram Said Lolo, Syaifuddin S. Lukman, Mohammad Safi’i Damar, Idrus, Mohammad Zainudin Marzuki, Yunan serta sejumlah pemuda Alkhairaat lainnya.
Dewan Pembina Pemuda Alkhairaat Parigi Moutong, Isram Said Lolo mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mempersiapkan keikutsertaan kader dalam kegiatan TOT Himpunan Pemuda Alkhairaat.
Menurutnya, Alkhairaat bukan hanya sebuah organisasi, melainkan rumah besar bagi seluruh warga Abnaul Khairaat yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan pendiri Alkhairaat, Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua.
“Saya masih mengingat pesan dari dosen saya ketika masih di bangku kuliah, bagaimana kondisi Sulawesi Tengah jika Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri tidak hadir dan membawa perjuangan Alkhairaat ke daerah ini,” ujar Isram yang akrab disapa ISL.
Ia menilai, generasi muda Alkhairaat saat ini memiliki peran besar dalam meneruskan estafet perjuangan dengan memperkuat persatuan dan membangun kolaborasi antar sesama kader.
Sebagai generasi penerus yang masih memiliki energi serta semangat yang kuat, kata dia, pemuda Alkhairaat harus mampu menjaga kebersamaan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Tentunya kita sebagai warga Alkhairaat yang masih memiliki semangat besar harus terus membangun kembali kekuatan dengan saling bergandengan tangan,” ungkapnya.
ISL juga menyampaikan apresiasi atas keberadaan Alkhairaat yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan agama, khususnya di Sulawesi Tengah dan kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan Alkhairaat telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui pendidikan diniyah yang mengajarkan nilai-nilai keislaman serta kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an.
“Saya secara pribadi sangat berterima kasih atas hadirnya Alkhairaat. Melalui pendidikan diniyah sore, banyak hal yang kami pelajari tentang bagaimana menjalankan ajaran Islam dengan baik, termasuk baca tulis Al-Qur’an,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kekuatan besar yang dimiliki Alkhairaat dapat terus dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi lebih luas dalam pembangunan daerah maupun kemajuan bangsa.
Menurutnya, nama besar Alkhairaat merupakan modal sosial yang harus dijaga dan dimanfaatkan oleh seluruh warga Abnaul Khairaat untuk mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.
“Alkhairaat sudah memiliki nama besar. Ini menjadi kekuatan bersama untuk terus berkontribusi dalam mengisi pembangunan daerah dan negeri ini dalam berbagai bidang,” pungkasnya.















