Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai mengungkap peran strategisnya dalam lintasan sejarah peradaban dunia. Fakta ini mencuat dalam diskusi kebudayaan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat bersama para ahli sejarah dan arkeologi.
Dalam forum tersebut, berbagai temuan ilmiah menunjukkan bahwa wilayah Sulawesi, termasuk Parigi Moutong, memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan manusia purba hingga penyebaran budaya lintas kawasan.
Pamong Budaya Disdikbud Parigi Moutong, Muhammad Taufan, menegaskan pentingnya edukasi sejarah sebagai fondasi dalam membangun kesadaran identitas masyarakat.
“Diskusi ini bertujuan menjelaskan mengapa kita perlu memahami budaya dan sejarah kita sendiri,” ujarnya, Rabu (22/04/2026).
Arkeolog Iksam yang hadir dalam diskusi itu mengungkapkan, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa lukisan batu tertua tidak hanya ditemukan di Maros, tetapi juga tersebar di sejumlah wilayah Sulawesi lainnya, seperti Sulawesi Tenggara dan Morowali.
“Temuan ini bahkan termasuk yang tertua di dunia dan telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.
Selain itu, Sulawesi juga disebut sebagai salah satu jalur penting migrasi bangsa Austronesia yang menyebar ke Asia Tenggara hingga kawasan Pasifik. Jejak tersebut masih terlihat dari kemiripan bahasa dan budaya masyarakat di berbagai wilayah.
“Misalnya penggunaan kata ‘Ina’ yang berarti ibu, juga ditemukan di Filipina dan Thailand,” ungkap Iksam.
Kesamaan budaya tidak hanya tercermin dalam bahasa, tetapi juga pada alat musik tradisional seperti kakula yang memiliki kemiripan dengan instrumen dari luar negeri. Bahkan, penelusuran sejarah menunjukkan adanya hubungan budaya antara Parigi Moutong dengan wilayah Mindanao di Filipina.
“Di Mindanao terdapat nama kampung yang mirip, serta alat musik yang hampir sama. Ini mengindikasikan hubungan budaya yang kuat,” tambahnya.
Di sisi lain, keberadaan situs megalitik seperti patung Palindo serta berbagai artefak batu semakin menguatkan posisi wilayah ini sebagai bagian penting dari peradaban kuno.
Melalui berbagai temuan tersebut, Disdikbud Parigi Moutong berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian budaya sekaligus meningkatkan literasi sejarah masyarakat, khususnya generasi muda.
“Penting bagi generasi sekarang untuk memahami bahwa daerah ini memiliki nilai sejarah besar dan merupakan bagian dari peradaban dunia,” tutup Taufan.















