Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Keluhan masyarakat soal fasilitas yang belum optimal di Rumah Sakit Anuntaloko mendorong Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kabupaten Parigi Moutong turun langsung ke lapangan. Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan untuk memastikan kondisi riil, terutama setelah adanya renovasi bernilai ratusan juta rupiah pada 2024.
Ketua Pansus LKPJ, Mustakim Kono, bersama rombongan melakukan sidak pada Senin (20/04/2026) sebagai bagian dari rangkaian kerja pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2025.
Ia mengungkapkan, salah satu temuan utama di lapangan adalah keluhan pasien terkait pembangunan empat titik toilet (WC) yang mengalami kebocoran. Air dari fasilitas tersebut bahkan merembes hingga ke dalam ruangan.
“Kami sebelumnya menerima informasi adanya ketidakpuasan masyarakat, terutama pasien, terkait kondisi toilet. Setelah kami tinjau langsung, memang benar air dari WC merembes ke ruangan,” ujar Mustakim.
Menurutnya, penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit sejauh ini masih terbatas pada perbaikan di area toilet, tanpa menyentuh sistem saluran pembuangan secara menyeluruh. Akibatnya, persoalan kebocoran belum sepenuhnya teratasi dan tetap mengganggu kenyamanan pasien.
“Pasien datang untuk berobat dan berharap sembuh, tetapi dengan kondisi seperti ini justru menimbulkan ketidaknyamanan. Ini yang kami soroti,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, manajemen rumah sakit termasuk direktur turut hadir dan menyatakan komitmen untuk segera melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Selain persoalan toilet, Pansus juga menemukan satu blok ruangan yang belum dapat difungsikan, meski sebelumnya direncanakan sudah bisa digunakan tahun ini. Berdasarkan penjelasan pihak rumah sakit, kendala utama berasal dari keterbatasan anggaran serta kondisi struktur bangunan yang dinilai mulai miring oleh konsultan.
“Bangunan itu harus diperkuat dengan tambahan besi baja, sehingga membutuhkan anggaran tambahan. Akibatnya, pengerjaan belum selesai dan ruangan belum bisa digunakan,” jelas Mustakim.
Pansus pun mendesak agar penyelesaian pekerjaan tersebut dipercepat, mengingat kebutuhan ruang perawatan pasien yang cukup mendesak. Pihak rumah sakit disebut telah menyusun perencanaan lanjutan untuk menuntaskan pembangunan.
Terkait dugaan kesalahan perencanaan, Mustakim menilai bahwa secara umum perencanaan sudah sesuai. Namun, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang menyebabkan beberapa aspek teknis belum terakomodasi.
“Bukan pada perencanaannya, tetapi lebih pada keterbatasan anggaran sehingga ada beberapa pekerjaan yang belum terakomodasi,” ujarnya.
Ke depan, Pansus LKPJ DPRD Parigi Moutong akan melanjutkan pembahasan internal dan menyiapkan rekomendasi resmi atas berbagai temuan tersebut. Rekomendasi ini nantinya akan disampaikan kepada Bupati, Inspektorat, serta pihak terkait lainnya sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan kesehatan.
“Setelah ini kami akan bahas di tingkat pansus dan mengeluarkan rekomendasi atas temuan-temuan di lapangan,” pungkas Mustakim.















