PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Dugaan penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai ditelusuri aparat kepolisian. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Parigi Moutong melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sausu menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh bahan bakar tersebut.
Dalam pemeriksaan itu, petugas tidak hanya mengecek dokumen operasional SPBU, tetapi juga menelusuri rekaman kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV). Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi dugaan praktik pengisian solar berulang maupun penggunaan tangki modifikasi yang berpotensi menyimpang dari ketentuan distribusi BBM bersubsidi.
Kasatreskrim Polres Parigi Moutong, IPTU Anugerah S. Tarigan, mengatakan sidak tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai laporan dan keluhan warga yang masuk ke kepolisian. Menurutnya, langkah tersebut juga merupakan perintah langsung Kapolres untuk merespons keresahan masyarakat mengenai penyaluran solar bersubsidi.
“Langkah ini kita lakukan karena banyaknya laporan dan keluhan warga yang masuk ke kita,” tegas IPTU Anugerah S. Tarigan kepada sejumlah media, Jumat malam (23/10/2026).
Ia menegaskan, kepolisian berkomitmen menindak setiap bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi yang terbukti melanggar hukum dan merugikan masyarakat. Penelusuran terhadap dokumen operasional serta rekaman CCTV diharapkan dapat membantu mengungkap dugaan penyimpangan secara objektif berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan.
“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan BBM subsidi maupun berbagai bentuk penyelewengan lainnya yang merugikan masyarakat luas,” lanjutnya.
Keluhan mengenai sulitnya memperoleh solar bersubsidi turut dirasakan para sopir angkutan barang yang melintasi jalur Trans Sulawesi. Ruslan (42), salah seorang sopir truk ekspedisi, mengaku kerap tidak kebagian solar karena antrean di SPBU disebutnya telah dipenuhi kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang. Ia berharap pemeriksaan CCTV dapat membantu mengungkap praktik tersebut.
“Kami ini sopir logistik sering sekali tidak kebagian solar karena antrean sudah dipenuhi mobil-mobil yang diduga melangsir. Kami sangat berterima kasih kepada Polres yang mau memeriksa CCTV di SPBU Sausu ini, supaya kelihatan semua siapa saja yang sering bolak-balik mengisi tangki rakitan,” ujar Ruslan.
Pemeriksaan CCTV menjadi salah satu langkah penting untuk menelusuri pola transaksi dan aktivitas pengisian BBM di SPBU Sausu. Rekaman tersebut dapat membantu penyidik mengidentifikasi kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang atau menggunakan tangki modifikasi. Meski demikian, dugaan penyelewengan perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah Polres Parigi Moutong ini diharapkan menjadi awal penertiban distribusi solar bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada BBM tersebut untuk kegiatan ekonomi, seperti nelayan, petani, dan pelaku transportasi.
Masyarakat juga berharap penanganan perkara dilakukan secara transparan dan tuntas, sehingga apabila ditemukan pelanggaran, pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu.















