POSO, Timursulawesi.id – Gemerlap pesta kembang api, lantunan musik, dan ragam pertunjukan seni tradisional mewarnai pembukaan Festival Danau Poso (FDP) ke-26 Tahun 2026 di Anjungan FDP Tentena, Kamis malam (15/10/2026). Mengusung tema “The Power of Culture”, festival tahunan ini resmi dibuka Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., melalui prosesi pemukulan gendang. Perhelatan yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 ini menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Poso.
Pembukaan festival tersebut dihadiri pejabat Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, anggota DPR RI, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Poso, Wakil Bupati Poso, serta jajaran pejabat pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya. Kegiatan ini juga melibatkan pelaku pariwisata, seniman, budayawan, tokoh adat, komunitas, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang turut memeriahkan festival.
Rangkaian acara diawali dengan Parade Bingka Lora, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Molimbu Mampake Bingka Lora di area floor. Suasana perayaan berlanjut ke panggung utama melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu daerah Lemba Ntana Poso. Penayangan video pembukaan serta video bertema “The Power of Culture” semakin memperkuat pesan bahwa seni dan tradisi merupakan kekuatan penting dalam memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas.
Kemegahan budaya lokal semakin terasa melalui penampilan Tari Kolosal Silo Ndano yang menjadi salah satu sajian utama malam pembukaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan parade finalis Putri Danau Poso sebelum memasuki seremoni pembukaan resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Pada kesempatan yang sama, Piagam Penghargaan Kharisma Event Nusantara (KEN) diserahkan kepada para penerima sebagai bentuk apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan pariwisata yang turut memperkaya kalender acara nasional.
Perpaduan seni tradisional dan hiburan modern menjadi daya tarik tersendiri dalam perhelatan tersebut. Penampilan Tari Etnik Sulawesi Tengah yang diiringi paduan suara etnis menghadirkan kekayaan ekspresi budaya dari berbagai unsur masyarakat. Kemudian, artis ibu kota Marcello Tahitoe turut menghibur para pengunjung yang memadati kawasan festival, menciptakan suasana meriah sepanjang malam pembukaan.
Kemeriahan festival mencapai puncaknya ketika masyarakat dan pengunjung mengikuti Dero Umum, tarian kebersamaan khas Sulawesi Tengah yang menjadi simbol keakraban dan persatuan. Melalui tarian tersebut, Festival Danau Poso tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk merawat tradisi dan mempererat hubungan sosial di tengah keberagaman budaya.
Penyelenggaraan Festival Danau Poso ke-26 Tahun 2026 diharapkan semakin memperluas pengenalan seni dan budaya Sulawesi Tengah kepada masyarakat nasional maupun wisatawan. Selain memperkuat identitas budaya daerah, festival ini juga diharapkan meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Poso, membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan selama festival berlangsung.















