Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahLingkungan

BPBD Parimo Perkuat Mitigasi Pascabanjir di Dua Kecamatan

×

BPBD Parimo Perkuat Mitigasi Pascabanjir di Dua Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Plt. Kalak BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan pihaknya akan turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir. (Dok. Timursulawesi.id/Ma'in)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Penanganan pascabanjir di Kecamatan Tinombo Selatan dan Kasimbar menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong. Selain memastikan kondisi wilayah terdampak, BPBD mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menekan risiko bencana berikutnya.

Plt. Kalak BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan pihaknya akan turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi lapangan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.

Menurut Rivai, penanganan pascabencana tidak berhenti pada pemulihan dampak banjir. Upaya pengurangan risiko juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya dengan memperkuat kondisi lingkungan di wilayah yang dinilai rawan.

Berita lainnya :  Sulteng Perkuat Komitmen Bersama Awasi Bahasa Indonesia

“Salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon di wilayah yang dinilai membutuhkan penguatan lingkungan,” ujarnya.

Selain penguatan lingkungan, BPBD juga menyiapkan simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kondisi darurat.

Latihan tersebut mencakup berbagai skenario penanganan bencana, termasuk kondisi darurat di wilayah perairan melalui simulasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR).

Berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Silaturahmi Idulfitri Perkuat Sinergi Pemerintahan Daerah

“Selain penanganan pascabencana banjir dan penanaman pohon, BPBD juga berencana melaksanakan simulasi kebencanaan atau latihan peningkatan kapasitas personel,” kata Rivai di Parigi, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, simulasi penting dilakukan agar personel memiliki kesiapan operasional ketika menghadapi situasi darurat di lapangan. Dengan latihan tersebut, kemampuan respons petugas diharapkan semakin terukur dan cepat ketika bencana terjadi.

Di sisi lain, BPBD terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Koordinasi tersebut antara lain berkaitan dengan pemantauan kualitas udara sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak bencana.

Berita lainnya :  Enam Bulan CKG Terbaik, PKK Parimo Ingatkan Pentingnya SPM

Untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, BPBD masih menunggu rekomendasi dan hasil kajian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hasil kajian tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan penetapan status siaga darurat apabila perkembangan kondisi di lapangan dinilai membutuhkan langkah tersebut.

Total Views: 46

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *