Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Parimo Perkuat Swasembada Pangan Lewat Tambahan Lahan Produksi

×

Parimo Perkuat Swasembada Pangan Lewat Tambahan Lahan Produksi

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah terus digenjot Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui berbagai strategi peningkatan produksi pertanian. (Dok. Timursulawesi.id/Ma'in)
Example 728x90

Parigi Moutong, TImursulawesi.id — Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah terus digenjot Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui berbagai strategi peningkatan produksi pertanian. Terbaru, pemerintah daerah menyiapkan tambahan program pengembangan areal pertanian seluas 2.000 hektare sebagai langkah menjaga surplus pangan sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP)Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priyatna, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi Bupati Parigi Moutong yang selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan program prioritas nasional.

Berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Tinjau Pasar Sentral, Fokus Benahi Lapak Kosong dan Masalah Sampah

“Visi dan misi Bupati sejalan dengan visi dan misi Gubernur, terutama dengan Asta Cita Presiden terkait swasembada pangan,” kata Dadan saat ditemui awak media di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, kondisi produksi pangan di Kabupaten Parigi Moutong saat ini telah berada pada posisi surplus. Meski demikian, capaian tersebut perlu terus dijaga dan ditingkatkan agar ketahanan pangan daerah semakin kuat.

Berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Luncurkan Inovasi BERANI dan Nikah Massal

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah daerah yakni melalui program PMAS dengan tambahan pengembangan areal pertanian sekitar 2.000 hektare.

Menurut Dadan, program tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dengan target hasil mencapai 10 ton per hektare.

Tidak hanya memperluas areal tanam, dukungan sarana produksi melalui program PMAS juga dinilai lebih besar dibandingkan bantuan pertanian reguler. Jika bantuan reguler umumnya berada di angka 25 kilogram benih per hektare, maka program PMAS mendapatkan dukungan sekitar 70 hingga 80 kilogram benih per hektare.

Berita lainnya :  Berikut Pesan Syaifuddin Pada Momentum Maulid Nabi 1448 Hijiria

“Harapannya satu hektare mampu menghasilkan 10 ton. Dukungan seperti ini yang harus terus kita kembangkan,” ujarnya.

Dadan menambahkan, tambahan program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas produksi pangan sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat Parigi Moutong.

Selain sektor tanaman pangan, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan melalui sejumlah program, di antaranya peremajaan tanaman kakao dan kelapa sebagai upaya meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

Total Views: 865

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *