Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Parimo Dapat Program Peremajaan Kakao Seluas 6.500 Hektare

×

Parimo Dapat Program Peremajaan Kakao Seluas 6.500 Hektare

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Upaya mengembalikan produktivitas perkebunan kakao di Kabupaten Parigi Moutong mulai mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat. (Dok. Timursulawesi.id/Ma'in)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Upaya mengembalikan produktivitas perkebunan kakao di Kabupaten Parigi Moutong mulai mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat. Melalui program hilirisasi perkebunan, daerah ini memperoleh alokasi peremajaan tanaman kakao seluas sekitar 6.500 hektare untuk mengganti tanaman yang sudah tidak produktif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priyatna, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan produksi komoditas perkebunan, khususnya kakao yang menjadi salah satu unggulan daerah.

Berita lainnya :  Parigi Moutong Kuasai Kejurprov Atletik Sulteng dengan Performa Gemilang

“Untuk tahun ini kita mendapat program hilirisasi perkebunan, termasuk peremajaan kakao,” kata Dadan saat ditemui di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, seluruh proses pengadaan bibit hingga kontrak pelaksanaan dilakukan oleh pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah berperan menerima, melakukan pengawasan, serta memastikan kualitas bibit sebelum disalurkan kepada para petani.

Program peremajaan kakao tersebut nantinya akan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Pada tahap awal, penyaluran bibit diperkirakan mencapai sekitar 2 juta batang atau mencukupi kebutuhan untuk lahan seluas kurang lebih 2.000 hektare.

Berita lainnya :  DPRD Parimo Dorong Penguatan Fiskal Daerah Lewat Kemendagri

“Untuk tahap awal, sesuai informasi dari pihak penyedia, kurang lebih 2 juta pohon. Itu sama dengan sekitar 2.000 hektare,” ujarnya.

Dadan mengungkapkan, luas perkebunan kakao di Parigi Moutong saat ini mencapai sekitar 66.000 hektare. Namun, dari jumlah tersebut terdapat sekitar 18.000 hektare tanaman yang mengalami kerusakan atau masuk kategori tanaman tidak menghasilkan secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong percepatan program peremajaan agar produktivitas kebun kakao masyarakat dapat kembali meningkat.

Berita lainnya :  AGS, Pemda dan Warga Parigi Moutong Gelar Aksi 100 Menit Pungut Sampah

“Yang rusak atau tanaman tidak menghasilkan kurang lebih 18.000 hektare. Untuk tahap awal kita baru mendapat 6.500 hektare,” jelasnya.

Dadan menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi untuk pelaksanaan penanaman perdana program tersebut. Wilayah Mepanga direncanakan menjadi titik awal kegiatan peremajaan kakao.

Menurutnya, penentuan lokasi tersebut juga mempertimbangkan pemerataan pelaksanaan program pembangunan sektor pertanian dan perkebunan di seluruh wilayah Parigi Moutong.

“Kalau jadi, penanaman perdananya akan kita lakukan di Mepanga,” tutupnya.

Total Views: 1484

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *