Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahLingkungan

Wabup Abdul Sahid Gerak Cepat Tinjau Dampak Banjir Torue

×

Wabup Abdul Sahid Gerak Cepat Tinjau Dampak Banjir Torue

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, bergerak cepat meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Torue, Rabu (1/7/2026). (Dok. Diskominfo Parigi Moutong)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, bergerak cepat meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Torue, Rabu (1/7/2026), sehari setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat, memetakan kerusakan, sekaligus mempercepat langkah penanganan di lokasi terdampak.

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Selasa malam (30/6) menyebabkan luapan air di sejumlah desa. Meski tidak menimbulkan korban jiwa dan kondisi permukiman warga mulai berangsur normal, sektor pertanian mengalami dampak paling besar akibat jebolnya tanggul dan meluapnya aliran sungai.

Saat meninjau Desa Purwosari, Wabup mendapati sekitar 50 meter persegi lahan persawahan tertimbun material tanah dan lumpur. Padahal, tanaman padi di lokasi tersebut telah memasuki fase berbuah dan hanya tinggal menunggu masa panen.

“Kalau untuk warga, alhamdulillah kondisinya aman dan air sudah mulai surut. Namun, hantaman keras justru dirasakan sektor pertanian. Di mana persawahan yang tidak lama lagi mau dipanen, mulai berbuah, justru terkena banjir. Banyak sekali yang rusak,” ujar Abdul Sahid saat diwawancarai di lokasi.

Berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Hadiri Tabligh Akbar Cinta Al-Qur’an Bersama

Dalam peninjauan itu, Wabup juga mengunjungi sejumlah titik yang menjadi prioritas penanganan. Di Dusun 8, Desa Tolai, drainase mengalami kerusakan cukup parah. Ia mengajak masyarakat untuk mengikhlaskan sebagian lahan yang berbatasan dengan saluran air agar proses perbaikan dapat segera dilakukan demi kepentingan bersama.

Sementara di Desa Tolai Barat terjadi abrasi yang sempat menggenangi rumah warga, sedangkan di Desa Tolai Timur pemerintah berkomitmen memperlebar saluran air yang menyempit agar mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Menurut Abdul Sahid, dampak banjir kali ini lebih banyak dirasakan para petani dibandingkan permukiman warga. Luapan air akibat tanggul yang jebol merendam areal persawahan yang sedang memasuki masa panen sehingga menyebabkan kerusakan pada tanaman padi.

Berita lainnya :  KMP Gelar Lomba Rock Competition Sambut HUT RI Ke-80

“Kalau untuk warga, kelihatannya tidak terlalu terdampak secara fisik. Cuma memang kondisi tanggul ini yang jebol. Jadi persawahan yang tidak lama lagi mau dipanen, yang mulai berbuah, ini terkena banjir. Banyak sekali yang rusak,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan penanganan darurat segera dilakukan. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa, langkah cepat telah disepakati untuk mencegah dampak banjir semakin meluas.

“Kami dengan Pak Kalak BPBD tadi bersama-sama kepala desa sudah sepakat, insya Allah besok, di mana tanggul yang jebol itu akan diantisipasi secepatnya dengan bronjong. Ini penting supaya dampak banjir tidak meluas lebih jauh lagi ke depannya,” tegas Wabup.

Berita lainnya :  Gerakan Pangan Murah Parigi Moutong Stabilkan Harga Jelang Nataru

Menutup peninjauannya, Abdul Sahid mengajak seluruh masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan. Ia mengimbau warga terus memperkuat budaya gotong royong, terutama dengan membersihkan saluran air secara rutin agar aliran air tetap lancar dan potensi banjir dapat diminimalkan.

“Harapan kami terhadap masyarakat adalah mari kita bekerja sama dengan baik. Saluran-saluran air harus kita bersihkan bersama. Ketika aliran air berjalan bagus dan tidak ada sampah yang menyumbat, insya Allah luapan banjir seperti ini bisa kita hindari,” pungkasnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Yolanda Mambu, jajaran OPD teknis, Kepala Pelaksana BPBD, Camat Torue, Bagian Umum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta para kepala desa di wilayah terdampak.

Total Views: 53

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *