Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Komitmen Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Parigi Moutong dalam mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 mendapat apresiasi dari Ketua KONI Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja. Menurutnya, penyelenggaraan Open Tournament Biliar menjadi langkah strategis untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi persaingan di Kabupaten Morowali.
Apresiasi tersebut disampaikan Faisan saat menghadiri pembukaan Open Tournament Biliar, Sabtu (4/7/2026). Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus POBSI Kabupaten Parigi Moutong yang telah menggagas pelaksanaan turnamen, serta mengapresiasi dukungan POBSI Provinsi Sulawesi Tengah, para sponsor, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Faisan, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana try out yang sangat penting bagi atlet-atlet biliar Parigi Moutong. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten memberikan kesempatan bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum berlaga di Porprov.
“Kegiatan ini merupakan ajang try out yang sangat baik bagi atlet-atlet kita. Dengan menghadapi peserta dari kabupaten lain, mereka bisa menguji kemampuan dan kesiapan sebelum turun di Porprov,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa hari sebelumnya Tim Monitoring dan Evaluasi KONI Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan peninjauan terhadap seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan menuju Porprov Sulawesi Tengah 2026. Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan setiap cabang olahraga memiliki kesiapan maksimal dan mampu bersaing membawa nama baik daerah.
Faisan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, khususnya Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan anggaran bagi persiapan kontingen menuju Porprov. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi atlet dan pengurus cabang olahraga dalam meningkatkan prestasi.
Ia menegaskan bahwa kesiapan menghadapi Porprov tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, tetapi juga pada keseriusan pembinaan dan latihan setiap cabang olahraga. Karena itu, seluruh pengurus dan atlet diminta memaksimalkan persiapan agar mampu tampil kompetitif di Morowali.
“Kita harus benar-benar siap bertarung. Semua cabang olahraga yang diberangkatkan harus memiliki persiapan yang matang agar mampu memberikan prestasi terbaik bagi Kabupaten Parigi Moutong,” tegasnya.
Khusus cabang olahraga biliar, Faisan berharap prestasi yang diraih pada Porprov mendatang mampu melampaui pencapaian sebelumnya. Pada Porprov terakhir, POBSI Parigi Moutong berhasil menyumbangkan satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Ia optimistis, dengan kepengurusan baru dan pembinaan atlet yang semakin terarah, capaian tersebut dapat ditingkatkan sekaligus menjadi fondasi pembinaan jangka panjang.
Menurutnya, perkembangan olahraga biliar di Parigi Moutong juga menunjukkan tren positif. Jika sebelumnya olahraga ini identik dengan kalangan tertentu, kini semakin banyak pelajar tingkat SMP dan SMA yang mulai menekuninya. Karena itu, ia meminta POBSI terus melakukan penjaringan bibit-bibit atlet muda berbakat agar mampu menjadi tulang punggung Parigi Moutong pada berbagai kejuaraan di masa mendatang.
Menutup sambutannya, Faisan kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembinaan olahraga di Kabupaten Parigi Moutong. Ia berharap seluruh kontingen Parigi Moutong mampu tampil maksimal, mengharumkan nama daerah, dan meraih prestasi terbaik pada Porprov Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali.















