Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Upaya meningkatkan keselamatan nelayan di wilayah pesisir kembali dilakukan. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, menyalurkan 75 jaket pelampung kepada nelayan saat reses di Dusun V Perumahan Nelayan, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Kamis, 23 April 2026.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada perwakilan nelayan dari Desa Pangi dan Desa Pelawa Baru yang turut hadir bersama tokoh masyarakat dan aparat desa dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Faisan menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan nelayan yang setiap hari menghadapi risiko saat melaut.
“Nelayan adalah salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, keselamatan mereka saat melaut juga harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia berharap, jaket pelampung yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu di laut.
“Jaket pelampung ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat penting dalam situasi darurat. Saya berharap benar-benar digunakan saat melaut,” tambahnya.
Faisan menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat pesisir yang menginginkan perhatian terhadap perlengkapan keselamatan bagi nelayan kecil.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan reses juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan lain, mulai dari bantuan alat tangkap, perbaikan akses jalan lingkungan, hingga penanganan abrasi yang mulai mengancam permukiman nelayan.
Perwakilan nelayan Desa Pangi, Mirjan, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia menyebut masih banyak nelayan yang belum memiliki perlengkapan keselamatan memadai.
“Kami berterima kasih atas bantuan ini. Jaket pelampung sangat dibutuhkan, terutama saat cuaca buruk atau gelombang tinggi,” katanya.
Hal serupa disampaikan Hasan, perwakilan nelayan Desa Pelawa Baru, yang berharap perhatian terhadap masyarakat pesisir terus berlanjut melalui program pemberdayaan.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Faisan memastikan seluruh masukan warga akan diperjuangkan melalui pembahasan di DPRD Kabupaten Parigi Moutong.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan kami bawa dan perjuangkan sesuai kewenangan,” tutupnya.















