Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahLingkungan

Warga Kayuboko Tertibkan Alat Berat di Lokasi PETI

×

Warga Kayuboko Tertibkan Alat Berat di Lokasi PETI

Sebarkan artikel ini
Example 728x90
Ket. Foto : Jalan Menuju Area PETI Desa Kayuboko, Kec. Parigi Barat, Kab. Parigi Moutong. (Doc. Ipal)

Parigi Moutong, Timursulawesi – Pada hari ini Minggu, 25 Mei 2025, warga Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, melakukan penertiban terhadap sejumlah alat berat di lokasi perambang emas tanpa izin (PETI).

Akibat aksi tersebut, aktivitas PETI yang sempat kembali beroperasi pasca penertiban oleh pihak Polres Parimo dan Polda Sulawesi Tengah, terhenti selama kurang lebih lima jam.

Berita lainnya :  PGRI Sulteng Tunjuk Supardin Pimpin Sementara Organisasi Parigi Moutong

Penertiban ini melibatkan tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan aparat Desa Kayuboko.

“Penertiban dilakukan sejak pagi hingga siang hari. Saat itu, semua alat berat dihentikan sementara oleh warga,” ungkap salah seorang Tokoh Masyarakat, Rahman Badja, di lokasi Peti.

Setelah penertiban, digelar musyawarah antara warga, tokoh masyarakat, pengelola koperasi, dan para penambang.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pengelolaan PETI akan dilakukan oleh koperasi yang telah mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR), bukan pihak luar yang tidak bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.

Berita lainnya :  Semangat Kurban dan Kebersamaan Warnai Idul Adha 1446 H di Parigi Moutong

Langkah ini bertujuan agar hasil pengelolaan tambang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dan pemerintah desa, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Sementara itu, Kepala Desa Kayuboko, Syamrun, membenarkan hasil musyawarah tersebut. Ia menyebutkan bahwa selama ini aktivitas tambang tidak dikelola melalui sistem satu pintu, sehingga lebih banyak menguntungkan pihak luar atau cokong.

Berita lainnya :  Jefri Ukir Prestasi O2SN, SMA Negeri 1 Ampibabo Bangga

“Saya berencana akan kembali mendatangi Polres Parimo untuk meminta penertiban terhadap alat berat yang masih ada,” tutur Kades.

Ia juga membenarkan keberadaan adanya sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok di lokasi tambang, namun menurutnya mereka telah meninggalkan area tersebut setelah dirinya turun langsung bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Penertiban yang dilakukan pihak kepolisian sebelumnya memang benar adanya. Dan soal WNA itu, mereka sudah kembali setelah kami temui langsung di lokasi,” pungkasnya.

Total Views: 350

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *