PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Derasnya terjangan banjir membuat kondisi jembatan di ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, mengalami kerusakan dan nyaris ambruk, Jumat (28/8/2026). Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalur utama penghubung antarwilayah itu masih digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kasimbar terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak sekitar pukul 01.00 WITA hingga pukul 05.00 WITA. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan air menggenangi sejumlah kawasan permukiman warga.
Tiga desa tercatat terdampak banjir, yakni Desa Laemanta Utara, Desa Laemanta, dan Desa Peningka. Derasnya arus air kemudian menghantam bagian bawah jembatan yang berada di jalur Trans Sulawesi Desa Peningka hingga menyebabkan struktur jembatan mengalami gangguan.
Warga setempat, I Gusti Komang Suaria, mengatakan kerusakan jembatan terjadi akibat kuatnya dorongan arus banjir yang menerjang kawasan tersebut sejak dini hari.
“Deras hujan semalam mengakibatkan banjir menghantam jembatan yang ada di Jalan Trans Sulawesi Desa Peningka,” ujar Gusti Komang.
Ia menyebutkan, kondisi jembatan saat ini membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait. Para pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi jembatan yang terdampak.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, banjir juga berdampak pada sejumlah wilayah lain di Kecamatan Kasimbar.
Selain Desa Peningka, wilayah terdampak meliputi Desa Labuan Donggulu, Desa Laemanta, dan Desa Laemanta Utara. Hingga saat ini, BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kondisi di lapangan.
Tidak hanya menyebabkan kerusakan pada jembatan, bencana banjir juga memicu longsoran yang menutup ruas Jalan Trans Sulawesi di perbatasan Desa Peningka dan Laemanta Induk.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah telah melakukan mobilisasi alat berat untuk membersihkan material longsoran agar akses transportasi dapat kembali normal.
Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama pihak terkait masih melakukan asesmen dan kaji cepat guna mengetahui dampak keseluruhan akibat bencana banjir tersebut.
Hingga laporan diterima, kondisi banjir masih belum sepenuhnya surut. Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya pengguna Jalan Trans Sulawesi yang melintasi wilayah terdampak, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat melewati lokasi, terutama di sekitar jembatan Desa Peningka.















