Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahLingkungan

Bupati Parimo Turun Langsung Tangani Dampak Banjir Bandang Avolua

×

Bupati Parimo Turun Langsung Tangani Dampak Banjir Bandang Avolua

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menangani bencana banjir bandang yang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Bupati Parigi Moutong. (Dok. Timursulawesi.id/Ma'in)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menangani bencana banjir bandang yang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama unsur Forkopimda dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun langsung memastikan langkah penanganan darurat berjalan cepat dan tepat, Rabu (26/8/2026).

Banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dini hari tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak. Bupati tiba di lokasi kejadian pada siang hari sekitar pukul 13.00 WITA untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memimpin koordinasi penanganan bencana.

Setibanya di lokasi, Bupati langsung menginstruksikan seluruh jajaran terkait mengambil langkah cepat, mulai dari pendirian posko tanggap darurat hingga pendataan menyeluruh terhadap dampak yang dialami warga.

“Langkah pertama, posko harus segera berdiri dan siap beroperasi. Selanjutnya lakukan pendataan menyeluruh atas kerugian masyarakat. Seluruh OPD terkait wajib terlibat aktif dalam penanganan ini,” tegas Bupati.

Berita lainnya :  Di Usia ke-69, Kodam Hasanuddin Satukan Doa Lintas Agama untuk Melanjutkan Semangat Pengabdian

Bupati juga meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman segera melakukan pemeriksaan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak untuk memastikan kebutuhan bantuan dapat segera diberikan.

Menurutnya, warga yang sementara mengungsi di rumah keluarga maupun kerabat harus tetap masuk dalam pendataan agar seluruh kebutuhan mereka dapat terakomodasi dengan baik.

“Kita dapat segera menetapkan status tanggap darurat sehingga anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) bisa segera digunakan untuk mendukung penanganan bencana ini,” ujar Bupati.

Selain pendataan korban dan kerusakan, pengerahan alat berat menjadi salah satu langkah prioritas. Pemerintah daerah menargetkan alat berat segera bekerja membersihkan material banjir berupa kayu dan lumpur yang menutup sejumlah area permukiman warga.

Untuk tahap awal, alat berat berukuran lebih kecil akan dikerahkan agar mampu menjangkau titik-titik sempit di sekitar rumah warga. Bersamaan dengan itu, normalisasi aliran sungai juga menjadi perhatian utama guna mengembalikan jalur air dan mengurangi risiko banjir susulan.

Berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Larang Tambang Ilegal, Instruksi Tegas Akan Terbit

“Kami khawatir apabila hujan kembali turun malam ini, banjir bisa terjadi lebih besar dan dampaknya semakin luas. Karena itu, Dinas PUPR diminta segera melakukan pemetaan menggunakan drone untuk melihat kondisi lokasi. Jika memungkinkan, alat berat langsung dikerahkan untuk mengembalikan aliran air ke jalur semula,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sebanyak 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir bandang. Bupati menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan kondisi pascakebakaran hutan dan lahan yang terjadi sebelumnya.

“Pasca kebakaran, kita sudah mengingatkan bahwa ketika hujan deras turun, sisa kayu dan material akan terbawa arus dan berpotensi menumpuk di kawasan permukiman. Kondisi inilah yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses pembersihan, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan alat berat, tetapi juga menyiapkan tenaga manual di lapangan. Sekitar 50 unit sekop akan disiapkan untuk membantu membersihkan material yang sulit dijangkau mesin.

Berita lainnya :  FTT Sajikan Lomba Mancing Paling Meriah 2025

Selain itu, personel dari Batalyon 873 juga telah diterjunkan untuk membantu proses penanganan, namun masih membutuhkan sejumlah peralatan pendukung seperti sekop dan cangkul yang segera dipenuhi pemerintah daerah.

Terkait warga terdampak yang membutuhkan tempat pengungsian, Bupati menginstruksikan agar segera dibentuk posko induk sebagai pusat koordinasi penerimaan dan distribusi bantuan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh bantuan yang masuk dapat tercatat, terarah, dan tepat sasaran.

Pendataan terhadap kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil, dan balita juga menjadi perhatian utama pemerintah untuk memastikan mereka mendapatkan prioritas bantuan dan pelayanan.

Bupati menegaskan seluruh jajaran pemerintah daerah akan terus bergerak secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan warga hingga kondisi kembali pulih.

“Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong hadir untuk masyarakat. Seluruh upaya akan dilakukan agar warga terdampak dapat segera kembali beraktivitas seperti sediakala,” pungkasnya.

Total Views: 37

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *