Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahSosbud,

Bupati Erwin Siapkan Rembuk Santri, Bahas Narkoba dan Ekonomi

×

Bupati Erwin Siapkan Rembuk Santri, Bahas Narkoba dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat peran santri dan pesantren dalam menjawab persoalan sosial masyarakat. (Dok. Itha)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat peran santri dan pesantren dalam menjawab persoalan sosial masyarakat. Salah satunya melalui rembuk santri yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026, dengan fokus pembahasan peredaran narkoba hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (22/10/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran pemerintah daerah serta para alim ulama.

Erwin menegaskan, peringatan Hari Santri Nasional tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial semata. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan kalangan pesantren.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk peredaran narkoba, membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, sinergi pemerintah dengan tokoh agama dan pesantren dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus membangun kesadaran masyarakat.

Berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Peringati HUT RI ke-80 Dengan Khidmat

Melalui rembuk santri yang direncanakan pada Desember mendatang, Pemkab Parigi Moutong berharap para santri dan kalangan pesantren dapat menyampaikan gagasan serta terlibat aktif dalam merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan sosial. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan daerah.

Selain membahas persoalan sosial, pemerintah daerah juga merencanakan dukungan pemberdayaan ekonomi melalui bantuan bibit dan peralatan pertanian. Program ini diarahkan untuk mendorong produktivitas masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi, serta membuka peluang bagi pesantren dan masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian.

Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tersebut, turut dibacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan bangsa dan mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Berita lainnya :  Erwin Burase: Hadiri RUPS Bank Sulteng, Soroti Transparansi CSR

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa santri harus mampu berkembang mengikuti perubahan zaman. Selain memiliki pemahaman agama yang kuat dan akhlak mulia, santri juga dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan berkaitan erat dengan semangat perlawanan yang memuncak dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memperluas wawasan, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Berita lainnya :  Camat Bolano Lambunu Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi

Penguatan peran pesantren juga menjadi perhatian pemerintah pusat melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran direktorat tersebut diharapkan memperkuat pengembangan pesantren dalam menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan tiga fungsi tersebut, pesantren diharapkan semakin berkembang sebagai pusat pendidikan keagamaan sekaligus motor penggerak pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Parigi Moutong berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi titik penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan pesantren. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, mandiri, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Total Views: 288

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *